Suwardi Haseng Terima LoI Pabrik Pala Rp164 Miliar, Soppeng Berpeluang Jadi Tujuan Investasi Industri -->

Translate


Suwardi Haseng Terima LoI Pabrik Pala Rp164 Miliar, Soppeng Berpeluang Jadi Tujuan Investasi Industri

CELEBESINDO
Selasa, 27 Oktober 2026


Makassar, Celebesindo.com,– Rencana penanaman modal senilai Rp164 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan pala mulai dijajaki di Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima Letter of Intent (LoI) dari PT Firmansyah Khatulistiwa Group dalam rangkaian Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026 di Claro Hotel Makassar, Rabu (28/10/2026).


LoI tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M., sebagai langkah awal penjajakan rencana investasi sektor industri pengolahan hasil perkebunan.


Rencana pembangunan pabrik pala ini membuka peluang bagi Kabupaten Soppeng untuk mengembangkan potensi komoditas perkebunan menjadi sektor usaha yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kehadiran industri pengolahan diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi, mulai dari produksi bahan baku hingga pemasaran produk.


Selama ini, pengembangan komoditas perkebunan tidak hanya membutuhkan peningkatan hasil panen, tetapi juga akses pasar dan industri yang mampu menyerap produksi secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, rencana investasi pabrik pala berpotensi menjadi peluang baru bagi petani dan pelaku usaha di daerah.


Apabila terealisasi, kebutuhan bahan baku industri dapat membuka kesempatan bagi petani untuk memperluas pemasaran hasil perkebunan. Aktivitas pabrik juga berpotensi menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan usaha pendukung, seperti transportasi, pergudangan, dan distribusi.


Namun, manfaat tersebut akan sangat ditentukan oleh kesiapan proyek dan komitmen perusahaan dalam membangun kerja sama dengan masyarakat setempat. Kepastian penyerapan hasil panen, mekanisme kemitraan, serta peluang kerja bagi tenaga lokal menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.


Sulampua Investment & Business Forum 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia menjadi wadah pertemuan pemilik proyek dengan calon investor. Sebanyak 43 proyek investasi potensial di wilayah Sulawesi dipromosikan dalam forum tersebut untuk menarik minat dunia usaha dan memperkuat iklim investasi regional.


Bagi Soppeng, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta. Meski demikian, peluang investasi yang muncul perlu ditindaklanjuti melalui kajian kelayakan, pematangan rencana bisnis, serta pemenuhan berbagai persyaratan sebelum memasuki tahap pembangunan.


Estimasi investasi Rp164 miliar tersebut menjadi nilai potensial yang patut dicermati. Akan tetapi, penerimaan LoI belum menandakan bahwa pembangunan pabrik telah dipastikan atau kegiatan operasional akan segera dimulai.


Tahapan lanjutan akan menentukan apakah rencana tersebut dapat diwujudkan menjadi industri yang produktif dan berkelanjutan.


Pemerintah daerah diharapkan dapat mengawal proses penjajakan ini agar peluang investasi tidak berhenti pada dokumen minat, melainkan berlanjut menjadi kegiatan ekonomi yang mampu memperkuat sektor perkebunan, membuka kesempatan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Soppeng.


(Red)