Soppeng, Celebesindo.com, Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini mendapat perhatian dalam kegiatan lomba mewarnai Morinaga yang bekerja sama dengan TK Lamung Patue Watansoppeng. Kehadiran Mobil Pintar yang dihadirkan Ketua IGTKI, Musdalifah, S.Pd.I., S.Pd., M.Si pada Jum'at (23/10/2026) menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Tidak hanya berkompetisi mengasah kreativitas melalui warna, anak-anak juga memperoleh kesempatan menjelajahi dunia buku melalui fasilitas Mobil Pintar yang menyediakan beragam buku cerita bergambar dan alat permainan edukatif.
Suasana penuh keceriaan terlihat ketika anak-anak mendekati Mobil Pintar. Rasa penasaran mendorong mereka melihat koleksi buku, membuka halaman, mengamati ilustrasi, dan menikmati pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di kelas.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan literasi melalui pendekatan yang menyenangkan, sesuai dengan karakteristik anak usia taman kanak-kanak yang senang bermain, bereksplorasi, dan menemukan hal-hal baru.
Salah satu peserta didik TK Lamung Patue, Fara, terlihat antusias saat mendapatkan kesempatan menikmati koleksi buku yang tersedia di Mobil Pintar. Buku cerita bergambar menjadi salah satu bahan bacaan yang menarik perhatiannya.
Melalui gambar dan ilustrasi berwarna, anak-anak dapat mengenal berbagai tokoh, benda, hewan, serta peristiwa yang memperkaya pengalaman mereka. Ketertarikan terhadap gambar juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kata-kata, melatih kemampuan menyimak, dan membangun keberanian mengungkapkan pendapat.
Bagi anak seusia Fara, kegiatan membaca tidak harus selalu dimulai dengan kemampuan mengeja atau membaca kalimat secara mandiri. Mengamati gambar, mendengarkan cerita, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba menceritakan kembali apa yang dilihat merupakan bagian penting dari perkembangan literasi awal.
Pengalaman sederhana tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun kedekatan anak dengan buku. Ketika kegiatan membaca dihadirkan dalam suasana menyenangkan, anak memiliki kesempatan untuk mengenal buku sebagai teman belajar sekaligus sumber hiburan.
Ketua IGTKI, Musdalifah,mengatakan bahwa melalui kehadiran Mobil Pintar memberikan ruang bagi anak-anak TK Lamung Patue untuk berinteraksi langsung dengan bahan bacaan dan permainan edukatif.
Menurutnya, Inisiatif semacam ini memiliki arti penting karena minat baca tidak tumbuh hanya melalui imbauan. Anak membutuhkan kesempatan untuk melihat, memilih, membuka, dan menikmati buku sesuai dengan ketertarikan mereka, katanya.
Dari pengalaman tersebut, guru dan orang tua dapat mulai mengamati perkembangan perilaku literasi anak, seperti meningkatnya keinginan memilih buku sendiri, bertambahnya pertanyaan mengenai gambar atau cerita, serta munculnya keinginan untuk mendengarkan cerita secara berulang.
Meski demikian, perubahan kebiasaan membaca tidak dapat disimpulkan hanya dari antusiasme dalam satu kegiatan. Diperlukan pendampingan dan pengamatan berkelanjutan agar ketertarikan sesaat dapat berkembang menjadi kebiasaan positif.
Karena itu, pengalaman mengunjungi Mobil Pintar akan semakin bermakna apabila dilanjutkan dengan kegiatan membaca bersama di sekolah, penyediaan sudut baca di kelas, serta kebiasaan membacakan cerita di rumah.
Guru dapat mengajak anak menyebutkan tokoh dalam cerita, mengenali benda pada gambar, atau menceritakan kembali bagian yang disukai. Sementara itu, orang tua dapat meluangkan waktu setiap hari untuk membacakan cerita sesuai usia dan minat anak.
Pendidikan anak usia dini membutuhkan pendekatan yang mampu menggabungkan kegiatan bermain, kreativitas, komunikasi, dan eksplorasi. Dalam konteks tersebut, Mobil Pintar menjadi sarana pendukung yang dapat memperluas pengalaman belajar anak di luar aktivitas rutin di kelas.
Jika lomba mewarnai memberi ruang bagi anak untuk menuangkan imajinasi melalui warna, buku cerita memberikan kesempatan untuk mengembangkan imajinasi melalui gambar, bahasa, dan alur cerita.
Keduanya dapat saling melengkapi dalam mendukung perkembangan anak, mulai dari kemampuan berbahasa dan berpikir hingga kreativitas serta interaksi sosial.
Kehadiran Mobil Pintar dalam kegiatan Morinaga bersama TK Lamung Patue Watansoppeng juga memperlihatkan bahwa kegiatan pendidikan dapat dirancang secara lebih variatif. Anak tidak hanya menjadi peserta dalam sebuah perlombaan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang berpotensi memperkaya pengetahuan dan menumbuhkan rasa ingin tahu.
Agar manfaatnya berkelanjutan, kolaborasi antara organisasi profesi guru, satuan pendidikan, orang tua, dan berbagai pihak terkait perlu terus didorong. Akses terhadap buku yang sesuai usia, pendampingan yang hangat, dan kesempatan membaca secara rutin merupakan unsur penting dalam membangun budaya literasi.
Pada akhirnya, keberhasilan menumbuhkan minat baca bukan semata-mata diukur dari seberapa banyak buku yang dibaca anak, melainkan juga dari tumbuhnya rasa ingin tahu, keberanian bertanya, kemampuan menyimak, serta keinginan untuk kembali menikmati cerita.
Mobil Pintar di TK Lamung Patue menjadi momentum untuk mengenalkan bahwa membaca dapat dimulai dari rasa penasaran, tumbuh melalui kegembiraan, dan berkembang menjadi kebiasaan yang mendukung masa depan anak.
(Red)






