Guru SD Negeri 3 Lemba Tulis Buku “Rekonstruksi Filsafat Pendidikan di Era Digital”, Angkat Tantangan Pendidikan Modern -->

Translate


Guru SD Negeri 3 Lemba Tulis Buku “Rekonstruksi Filsafat Pendidikan di Era Digital”, Angkat Tantangan Pendidikan Modern

CELEBESINDO
Kamis, 22 Oktober 2026


Soppeng, Celebesindo.com, Riswan Asmari, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri 3 Lemba, Kabupaten Soppeng, memperluas kiprahnya di dunia pendidikan melalui sebuah karya buku berjudul Rekonstruksi Filsafat Pendidikan di Era Digital. Buku ini mengangkat pemikiran tentang arah pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, karakter, dan moralitas dalam proses pembelajaran.


Karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional Riswan yang selama ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), tetapi juga pada pengembangan kompetensi guru, organisasi olahraga, dan kajian akademik.


Dalam buku itu, Riswan membahas sejumlah persoalan mendasar dalam dunia pendidikan, mulai dari hubungan filsafat dan pendidikan, aliran-aliran filsafat pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia dalam perspektif pendidikan Islam. Pembahasan juga mencakup hakikat dan potensi peserta didik, moderasi beragama, serta dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi sebagai landasan memahami hakikat, sumber pengetahuan, dan nilai dalam pendidikan.


Salah satu gagasan utama yang diangkat ialah perlunya rekonstruksi pendidikan agar mampu menjawab perubahan zaman. Perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang bagi perluasan akses pengetahuan dan inovasi pembelajaran. Namun, transformasi tersebut tetap perlu diimbangi dengan penguatan karakter, etika, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab moral.


Melalui pendekatan filosofis dan kontekstual, buku ini ditujukan sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa, guru, akademisi, serta masyarakat yang ingin memahami persoalan pendidikan secara lebih mendalam. Pembahasannya mengajak pembaca menempatkan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti nilai-nilai fundamental yang membentuk tujuan pendidikan.


Lahirnya buku tersebut juga mencerminkan perjalanan akademik Riswan. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi serta S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga di Universitas Negeri Makassar. Ia kemudian menuntaskan Pendidikan Profesi Guru di Universitas Halu Oleo pada 2022 dan sejak 2025 melanjutkan studi doktoral Dirasah Islamiyah, konsentrasi Pendidikan Keguruan, di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.


Dalam perjalanan kariernya, Riswan pernah mengajar di SMA Model Negeri 3 Palu pada 2009–2012 dan SMA Negeri 8 Bulukumba pada 2012–2014. Sejak 2014, ia mengabdikan diri sebagai guru PJOK di SD Negeri 3 Lemba, Kabupaten Soppeng.


Selain mengajar, Riswan dipercaya menjadi Guru Pamong dan Penguji UKP PPG di Universitas Negeri Makassar sejak 2025. Ia juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Lalabata periode 2024–2026 dan Wakil Sekretaris II KONI Kabupaten Soppeng periode 2023–2027. Di bidang olahraga, ia aktif dalam kepengurusan FOPI Kabupaten Soppeng serta pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum ABTI Kabupaten Soppeng periode 2021–2025.


Pengalaman tersebut mempertemukan praktik pendidikan, pengembangan profesi guru, dan aktivitas olahraga dengan kajian akademik. Melalui buku Rekonstruksi Filsafat Pendidikan di Era Digital, Riswan turut menghadirkan ruang diskusi mengenai bagaimana pendidikan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan orientasi pada pembentukan manusia yang berilmu dan berkarakter.


Karya ini menambah kontribusi Riswan dalam bidang pendidikan, sekaligus menjadi pengingat bahwa pengembangan kualitas pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar inovasi teknologi. Penguatan pemikiran, kompetensi pendidik, dan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.


(ARS)