ZIS BAZNAS Soppeng Mulai Sentuh UMKM, 345 Warga Terima Bantuan Rp131 Juta -->

Translate


ZIS BAZNAS Soppeng Mulai Sentuh UMKM, 345 Warga Terima Bantuan Rp131 Juta

CELEBESINDO
Sabtu, 05 September 2026


Soppeng, Celebesindo.com, Penyaluran Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng tahun ini membawa pendekatan berbeda. Tak hanya menyasar kebutuhan dasar masyarakat, bantuan mulai diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui dukungan modal bagi pelaku UMKM.


Hal tersebut terlihat dalam penyaluran ZIS yang berlangsung di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Sabtu siang (5/9/2026), yang dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE.


Sebanyak 345 penerima manfaat atau mustahik dari Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp131 juta.


Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pd., M.Pd., mengatakan penyaluran tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya dengan mulai memasukkan sektor UMKM sebagai penerima bantuan produktif.


“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” kata KM Satturi.


Untuk fakir miskin, bantuan yang diberikan sebesar sekitar Rp300 ribu per orang. Sementara siswa/santri kurang mampu mendapatkan sekitar Rp250 ribu sekaligus tas sekolah. Adapun pelaku UMKM memperoleh bantuan modal sebesar Rp1,5 juta per orang.


KM Satturi berharap penghimpunan ZIS di Kabupaten Soppeng terus meningkat sehingga manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat juga semakin luas.


Ia pun menyampaikan doa untuk kesehatan Bupati Soppeng serta berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap BAZNAS terus menguat.


Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyambut baik pola penyaluran tersebut. Menurutnya, zakat memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sosial-ekonomi masyarakat apabila dikelola secara baik.


“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi dalam Islam merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” ujar Suwardi.


Ia menilai pengelolaan zakat yang tepat dapat membuat masyarakat saling membantu dan menopang, khususnya bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi membutuhkan.


Karena itu, Suwardi memberikan apresiasi kepada BAZNAS Soppeng yang terus berupaya menyalurkan dana umat secara amanah, transparan dan tepat sasaran.


Menurutnya, keberadaan BAZNAS juga menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Di sisi lain, Suwardi mengakui penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng masih perlu ditingkatkan.


Ia menyebut penerimaan zakat Soppeng saat ini berada di kisaran Rp2 miliar. Angka tersebut dibandingkannya dengan Kabupaten Barru yang disebut telah mencapai sekitar Rp24 miliar.


Bagi Suwardi, perbedaan tersebut menunjukkan masih besarnya potensi ZIS yang belum tergarap secara maksimal di Soppeng.


“Kalau pencatatannya bagus dan disiplin, mungkin kita bisa lebih tinggi daripada kabupaten lain,” katanya.


Ia meminta BAZNAS tidak hanya mencatat dana yang masuk melalui lembaga, tetapi juga mendata masyarakat yang menyalurkan zakat, infaq maupun sedekah secara langsung kepada keluarga atau pihak yang membutuhkan.


Pendataan tersebut dinilai penting agar seluruh potensi ZIS di masyarakat dapat diketahui secara lebih akurat.


Suwardi menilai peningkatan penghimpunan zakat sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat.


Karena itu, ia mengajak ASN dan seluruh masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Soppeng.


“Yang paling penting adalah kepercayaan kepada pengurus BAZNAS,” tegasnya.


Ia juga meminta agar distribusi bantuan dilakukan secara merata dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.


Menurutnya, dana yang dihimpun dari masyarakat harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat yang nyata.


Suwardi mengatakan perubahan pola bantuan tahun ini patut dikembangkan. Sebelumnya, bantuan kepada mustahik lebih banyak diberikan dalam bentuk sembako.


Kini, sebagian bantuan diberikan dalam bentuk uang sehingga penerima dapat menggunakannya sesuai kebutuhan.


Untuk pelaku UMKM, bantuan modal dinilai lebih strategis karena memiliki peluang untuk menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.


“Lebih baik memulai daripada ditunda, sesuai aturan yang ada,” ujarnya.


Bupati juga menilai bantuan uang bagi fakir miskin dan siswa kurang mampu dapat lebih tepat guna dibanding bantuan barang yang belum tentu menjadi kebutuhan utama penerima.


Ia berharap jika penghimpunan ZIS meningkat, nilai bantuan yang diterima mustahik juga dapat dinaikkan.


“Kalau nanti meningkat, bisa menjadi Rp1 juta per orang bagi fakir miskin dan siswa-siswi,” katanya.


Suwardi juga mengungkapkan masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng akan berakhir pada September.


Pemerintah daerah memberikan perpanjangan hingga akhir bulan karena masih terdapat sejumlah agenda yang harus diselesaikan.


Setelah itu, akan dibentuk panitia rekrutmen dan proses pendaftaran pengurus baru dilakukan secara terbuka dan transparan.


Langkah tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan yang lebih baik serta mampu meningkatkan kualitas pengelolaan dan penghimpunan ZIS.


Kepada para penerima manfaat, Suwardi berpesan agar bantuan yang diterima tidak dipandang semata-mata dari jumlah nominalnya.


Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun dikembangkan menjadi usaha produktif.


“Kami berharap bantuan zakat yang disalurkan hari ini tidak hanya dilihat dari nilainya semata, tetapi sebagai wujud kasih sayang Allah SWT melalui perhatian sesama saudara muslim,” tuturnya.


Lebih jauh, Suwardi berharap bantuan tersebut menjadi awal perubahan kehidupan ekonomi para mustahik.


“Kita semua berdoa semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga di masa depan para penerima hari ini dapat tumbuh menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.


Penyaluran kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 25 orang penerima manfaat.


(Red)