Supriansa dan IAS Bersua di Bali, “Insya Allah Sulawesi Selatan” Jadi Sorotan -->

Translate


Supriansa dan IAS Bersua di Bali, “Insya Allah Sulawesi Selatan” Jadi Sorotan

CELEBESINDO
Rabu, 09 September 2026


Jakarta, Celebesindo.com, Sebuah momen kebersamaan Dr. Supriansa, SH, MH dengan Dr. Ilham Arif Sirajuddin (IAS) menjadi perhatian di tengah dinamika politik Sulawesi Selatan. Kamis (10/9/2026). 


Keduanya bukan nama baru dalam panggung politik Sulsel. Supriansa merupakan mantan anggota DPR RI Komisi III dan mantan Wakil Bupati Soppeng. Kini, ia dipercaya menempati posisi strategis sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan IAS sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel.



Momen kebersamaan itu berlangsung di Bali. Supriansa mengabadikannya melalui sebuah unggahan dengan keterangan singkat namun sarat makna.


“With Pa’ ACO, Insya Allah Sulawesi Selatan.”


Dalam unggahan tersebut tampak simbol dua gelas minuman dingin berwarna kuning yang menemani pertemuan keduanya.


Supriansa juga menyertakan pesan:


“CATATLAH PERISTIWAMU KARENA ITU INDAH HARI ESOK.”


Ungkapan tersebut sontak memberi warna tersendiri pada pertemuan dua figur yang kini berada dalam satu barisan politik di Partai Golkar Sulsel.


Belum ada penjelasan terbuka mengenai agenda khusus di balik pertemuan tersebut. Namun, pilihan kalimat “Insya Allah Sulawesi Selatan” membuat momen itu mudah dikaitkan dengan dinamika politik Sulsel yang terus berkembang.


Supriansa sendiri memiliki perjalanan politik yang cukup panjang. Pengalamannya sebagai aktivis 1998, Wakil Bupati Soppeng, hingga anggota DPR RI Komisi III turut membentuk karakter politiknya yang dikenal tegas dan lugas.


Sementara IAS merupakan mantan Wali Kota Makassar dua periode. Ia juga pernah tampil dalam kontestasi politik tingkat provinsi sebagai salah satu kandidat dalam Pilgub Sulawesi Selatan.


Kini, keduanya berada dalam struktur Partai Golkar Sulsel. Posisi Supriansa sebagai Ketua Harian menempatkannya pada salah satu posisi penting dalam mesin organisasi partai berlambang pohon beringin tersebut.


Karena itu, pertemuan di Bali tersebut tidak hanya menarik dari sisi kebersamaan dua tokoh, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika politik Golkar Sulsel yang patut dicermati.


Apakah pertemuan itu sekadar silaturahmi atau menjadi bagian dari komunikasi politik yang lebih luas, belum diketahui. Yang jelas, satu kalimat yang ditinggalkan Supriansa cukup untuk memantik perhatian:

“With Pa’ ACO, Insya Allah Sulawesi Selatan.”


Di tengah peta politik Sulsel yang dinamis, setiap pertemuan figur strategis tentu memiliki cerita dan tafsirnya sendiri.


(Red)