Soppeng, Celebesindo.com, Perlindungan terhadap risiko kebakaran benar-benar dirasakan Syamsuria, warga Rompegading, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.
Rumahnya yang dilindungi melalui Asuransi Mikro BRINS Rumahku mengalami musibah kebakaran. Dari tiga polis yang dimilikinya, Syamsuria menerima total santunan klaim sebesar Rp45 juta.
Klaim tersebut diserahkan langsung Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi, didampingi Kepala Unit BRI Jennae Abdul Dhohir dan Supervisor Layanan BRI Unit Jennae Fitrawansyah, Jumat (18/9/2026).
Ada cerita menarik di balik pencairan klaim tersebut. Untuk mendapatkan perlindungan selama satu tahun, Syamsuria membayar premi Rp50 ribu per polis.
Karena memiliki tiga polis, total premi yang dibayarkan mencapai Rp150 ribu. Ketika risiko kebakaran terjadi, perlindungan itu kemudian memberikan manfaat santunan dengan total nilai Rp45 juta.
Pinca BRI Soppeng Rahmatulloh Habibi mengatakan, musibah tidak pernah diketahui kapan datangnya. Karena itu, perlindungan terhadap aset menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan finansial keluarga.
“Melalui Asuransi Mikro BRINS Rumahku, kami ingin memastikan bahwa nasabah tidak berjuang sendirian ketika menghadapi musibah,” ujar Habibi.
Menurutnya, santunan tersebut diharapkan dapat membantu Syamsuria dan keluarga mengurangi beban ekonomi akibat kebakaran sekaligus menjadi modal awal untuk kembali menata kehidupan.
BRI bersama BRI Insurance (BRINS), kata Habibi, juga berkomitmen memberikan pelayanan klaim yang mudah, transparan dan cepat agar manfaat perlindungan dapat segera diterima nasabah yang mengalami risiko sesuai ketentuan polis.
Penyerahan klaim di Rompegading itu sekaligus menjadi momentum bagi BRI untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya proteksi terhadap aset, khususnya rumah tinggal.
Dengan premi yang relatif terjangkau, Asuransi Mikro BRINS Rumahku dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan bagi masyarakat yang ingin mengantisipasi dampak finansial akibat risiko terhadap tempat tinggal.
Bagi Syamsuria, manfaat perlindungan itu kini bukan lagi sekadar konsep. Setelah musibah kebakaran terjadi, santunan Rp45 juta menjadi bantuan nyata untuk menghadapi masa sulit.
(YM)

