Bupati Suwardi Haseng Mulai Persiapkan Jemaah Haji Soppeng Sejak Dini -->

Translate


Bupati Suwardi Haseng Mulai Persiapkan Jemaah Haji Soppeng Sejak Dini

CELEBESINDO
Rabu, 09 September 2026


Soppeng, Celebesindo.com, Persiapan menuju Tanah Suci dimulai lebih awal di Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meluncurkan program Outbound Manasik Haji dan Manasik Kesehatan bagi calon jemaah haji estimasi musim haji 1448 H/2027 M, Kamis (10/9/2026).


Program bertema “Hajj Health Adventure, Petualangan Sehat Menuju Baitullah” itu dirancang untuk membangun kesiapan calon jemaah secara lebih menyeluruh. Tidak hanya soal pengetahuan manasik, tetapi juga kesehatan, kebugaran dan kesiapan menghadapi aktivitas selama di Tanah Suci.


Ratusan calon jemaah mengikuti kegiatan yang diawali senam jantung sehat dan senam lansia di Taman Gapis Watansoppeng.


Suwardi Haseng mengatakan menjadi tamu Allah merupakan sebuah kehormatan. Karena itu, persiapannya tidak boleh dilakukan secara mendadak.


Calon jemaah, kata dia, harus mulai membangun kesiapan sejak sekarang agar ketika waktu keberangkatan tiba, mereka benar-benar siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah.


“Para calon jemaah diharapkan tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalankannya dengan kondisi fisik yang baik,” ujar Suwardi.


Bupati meminta calon jemaah mengikuti seluruh materi, latihan dan simulasi dengan sungguh-sungguh. Ia tidak ingin kegiatan manasik hanya menjadi agenda formal menjelang keberangkatan.


“Tidak perlu menunggu menjelang keberangkatan untuk mulai mempersiapkan diri,” tegasnya.


Menurut Suwardi, menjaga kesehatan merupakan bagian dari persiapan ibadah. Calon jemaah perlu membiasakan aktivitas fisik, menjaga waktu istirahat dan mengikuti arahan tenaga kesehatan.


Perhatian terhadap kondisi fisik dinilai semakin penting karena calon jemaah memiliki usia dan kondisi kesehatan yang beragam. Jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu membutuhkan pembinaan yang lebih terarah.


Suwardi juga menegaskan bahwa peluncuran program bukan akhir dari proses pembinaan. Ia meminta seluruh pihak memastikan pendampingan terus berjalan secara konsisten hingga calon jemaah berangkat ke Tanah Suci.


Pemkab Soppeng akan memperkuat kolaborasi bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, RSUD Latemmamala, puskesmas, pembimbing manasik dan pihak terkait lainnya.


“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan para calon jemaah mendapatkan pembinaan dan pelayanan yang baik, sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman, lancar, sehat, dan memperoleh predikat haji mabrur,” katanya.


Selain kesehatan, Suwardi mengingatkan calon jemaah agar menjaga kebersamaan. Sikap saling membantu, disiplin dan saling mengingatkan disebut penting karena seluruh jemaah akan menjalani perjalanan ibadah secara bersama-sama.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng Dr. H. Musriadi, S.Ag., M.HI mengatakan, program tersebut lahir dari kolaborasi lintas sektor.


Kegiatan melibatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, RSUD Latemmamala hingga puskesmas.


Menurut Musriadi, konsep Hajj Health Adventure dibuat agar pembekalan calon jemaah lebih interaktif. Materi fikih manasik dipadukan dengan aktivitas fisik dan edukasi kesehatan.


Dengan pendekatan tersebut, calon jemaah diharapkan lebih siap menghadapi tantangan fisik selama berada di Tanah Suci.


Bupati Suwardi Haseng kemudian secara resmi menyatakan kegiatan tersebut dimulai.


Bagi Soppeng, perjalanan menuju Baitullah tak dimulai saat pesawat lepas landas. Persiapannya dimulai hari ini—dengan ilmu yang cukup, tubuh yang sehat dan mental yang siap.


(YM)