Bukan Sekadar Kampanye, Dua Paslon Pilketos SMAN 1 Soppeng Diuji di Panggung Debat -->

Translate


Bukan Sekadar Kampanye, Dua Paslon Pilketos SMAN 1 Soppeng Diuji di Panggung Debat

CELEBESINDO
Rabu, 23 September 2026


Soppeng, Celebesindo.com, Persaingan menuju kursi Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Soppeng periode 2026/2027 mulai memasuki fase adu gagasan. Dua pasangan calon tampil dalam orasi dan debat terbuka yang digelar Panitia Penyelenggara Pemilihan (PPU) OSIS di lapangan sekolah, Kamis (24/9/2026).


Di hadapan siswa kelas X, XI, dan XII, masing-masing pasangan calon tidak hanya menyampaikan visi dan misi, tetapi juga diuji untuk menjelaskan program, menjawab pertanyaan, serta mempertahankan gagasan yang mereka tawarkan.


Mengangkat tema “Berprestasi Bersama, Inklusif dalam Perbedaan, dari Siswa, oleh Siswa,” forum tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan Pilketos sekaligus ruang belajar demokrasi bagi peserta didik.


Pasangan calon nomor urut 01, Andi Annisa Nayla Rafeyfa dan A. Haryati, membawa gagasan menjadikan OSIS sebagai ruang tumbuh bagi seluruh siswa.


Keduanya menawarkan organisasi siswa yang aktif, inovatif, dan mampu membuka ruang bagi siswa untuk berinisiatif, berkarya, berprestasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi sekolah.


Sementara pasangan nomor urut 02, Andi Jo Karim Mappatunru dan Sukma, mengusung gagasan tentang sekolah yang lebih solid, terbuka, dan bertanggung jawab.


Hubungan antara OSIS dan seluruh siswa menjadi salah satu perhatian pasangan tersebut, disertai gagasan menghadirkan kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi warga sekolah.


Setelah sesi penyampaian visi dan misi, kedua pasangan memasuki arena debat. Di sinilah kemampuan kandidat diuji lebih jauh.


Panelis dari sejumlah unsur, di antaranya KPU, Bawaslu, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta unsur lainnya, memberikan pertanyaan yang mencakup berbagai aspek kehidupan organisasi siswa.


Mulai dari kepemimpinan, demokrasi, prestasi, kedisiplinan, kebersamaan, inklusivitas hingga penyelesaian persoalan di lingkungan sekolah menjadi materi yang harus dijawab para kandidat.


Pertanyaan panelis menuntut pasangan calon tidak sekadar menghafal program kerja. Mereka harus mampu menjelaskan gagasan dan memberikan jawaban secara argumentatif di hadapan para pemilih.


Tak hanya panelis, siswa juga ikut mengambil bagian.


Perwakilan siswa dari kelas X, XI, dan XII mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan langsung. Aspirasi tersebut menjadi ruang bagi para kandidat untuk berhadapan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.


Suasana debat pun berkembang menjadi adu perspektif. Masing-masing pasangan berupaya menjelaskan program sekaligus memberikan respons terhadap pertanyaan yang diarahkan kepada mereka.


Namun, nilai penting dari kegiatan tersebut tidak semata-mata berada pada siapa yang paling banyak berbicara atau siapa yang paling kuat berargumentasi.


Lebih jauh, para siswa diperlihatkan bagaimana sebuah proses demokrasi berlangsung: ada pilihan, ada perbedaan gagasan, ada pertanyaan, ada jawaban, dan ada tanggung jawab terhadap apa yang disampaikan kepada pemilih.


Ketua PPU OSIS SMAN 1 Soppeng, Aeva Harunnisa, berharap seluruh rangkaian Pilketos berjalan demokratis, tertib, transparan, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.


Pemimpin yang nantinya memperoleh kepercayaan siswa diharapkan mampu menjalankan amanah, merangkul seluruh elemen siswa, menggerakkan organisasi, serta membangun prestasi bersama.


Orasi dan debat terbuka akhirnya menjadi lebih dari sekadar tahapan menuju pemungutan suara.


Dari panggung tersebut, siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya soal mendapatkan suara, tetapi juga tentang kemampuan menyampaikan gagasan, mendengar aspirasi, menghormati perbedaan, dan mempertanggungjawabkan setiap program yang ditawarkan.


Pilketos SMAN 1 Soppeng pun menjadi ruang praktik demokrasi di lingkungan sekolah—tempat para siswa belajar menjadi pemilih sekaligus belajar memahami seperti apa seorang calon pemimpin harus berhadapan dengan pertanyaan, perbedaan, dan harapan orang-orang yang dipimpinnya.


(Red)