52 Inovasi Soppeng Diajukan ke IGA 2026, Bappelitbangda Ingatkan Bukan Sekadar Angka -->

Translate


52 Inovasi Soppeng Diajukan ke IGA 2026, Bappelitbangda Ingatkan Bukan Sekadar Angka

CELEBESINDO
Rabu, 02 September 2026


Soppeng, Celebesindo.com, Kabupaten Soppeng membawa 52 inovasi daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Di balik jumlah tersebut, pemerintah daerah mengingatkan agar inovasi yang diajukan tidak sekadar memenuhi daftar administrasi, tetapi benar-benar terbukti berjalan dan memberikan perubahan bagi masyarakat.


Kepala Bappelitbangda Soppeng, Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si., mengatakan ukuran keberhasilan inovasi tidak ditentukan dari banyaknya program yang dilaporkan.


Menurutnya, inovasi harus memiliki bukti pelaksanaan, keberlanjutan, manfaat, serta dampak yang dapat diukur.


“Kita harapkan bukan banyaknya inovasi yang dilaporkan. Yang lebih penting bagaimana inovasi itu benar-benar berjalan, berkelanjutan dan memberikan manfaat serta dampak yang nyata bagi masyarakat,” kata Andi Agus, Rabu (2/9/2026).


Penjaringan inovasi IGA 2026 di Soppeng resmi ditutup pada 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.


Dari total 52 inovasi, Dinas Kesehatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 30 inovasi. Berikutnya Dinas Pendidikan sebanyak 12 inovasi dan Dinas P3AP2KB lima inovasi.


Sementara Dinas PUPR mengajukan dua inovasi. Dinas PTSPNakertrans, Bappelitbangda dan Pemerintah Desa Tellu LimpoE masing-masing mengajukan satu inovasi.


Puluhan inovasi tersebut dihimpun melalui SIMDARA atau Sistem Informasi Database Riset dan Inovasi Daerah.


Namun, Bappelitbangda tidak langsung memasukkan seluruh data ke aplikasi IGA. Setiap inovasi terlebih dahulu diperiksa berdasarkan dokumen dan indikator yang menjadi dasar penilaian.


Kepala Bidang Litbang Bappelitbangda Soppeng, Andi Dewi Siswati, mengatakan proses pemeriksaan diperlukan untuk memastikan inovasi yang dilaporkan memiliki dasar dan bukti yang jelas.


“Data inovasi yang masuk tidak hanya dihimpun, tetapi juga diperiksa kelengkapan dan kesesuaiannya dengan indikator pengukuran. Kita melihat bukti implementasi, keberlanjutan, manfaat dan dampak yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.


Menurutnya, SIMDARA juga akan dimanfaatkan lebih jauh sebagai basis data inovasi pemerintah daerah. Sistem tersebut dapat digunakan untuk pembinaan, monitoring, dan evaluasi terhadap inovasi yang telah dilaksanakan.


Bappelitbangda juga meminta perangkat daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar lebih aktif menggali inovasi yang telah berjalan maupun yang masih dalam tahap pengembangan.


Enam urusan pelayanan dasar menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.


Setelah tahap penjaringan selesai, proses IGA 2026 berlanjut ke pengukuran data inovasi pada September hingga Oktober. Daerah yang masuk nominasi selanjutnya menghadapi tahapan presentasi kepala daerah pada November dan validasi lapangan pada akhir November.


Penganugerahan IGA 2026 dijadwalkan berlangsung di Provinsi Sumatera Barat pada awal Desember 2026.


Sebanyak 52 inovasi kini menjadi modal Soppeng dalam kompetisi tersebut. Tetapi angka itu sekaligus menjadi pekerjaan rumah.


Sebab, pada akhirnya, inovasi tidak cukup hanya tercatat dalam sistem. Pemerintah daerah harus mampu menunjukkan bahwa program tersebut benar-benar diterapkan, menghasilkan perubahan, dan manfaatnya dapat dibuktikan dengan data.


(Red)