Soppeng, Celebesindo.com, Lomba olahraga tradisional Massallo dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendadak menjadi sorotan. Sebuah video amatir yang memperlihatkan kericuhan antar peserta viral di media sosial dan grup percakapan WhatsApp, Rabu (12/8/2026).
Dalam rekaman singkat tersebut, suasana pertandingan yang awalnya berlangsung meriah dengan sorakan penonton tiba-tiba berubah tegang saat tim Pengadilan Negeri (PN) berhadapan dengan tim Sekretariat Daerah (Setda).
Kericuhan bahkan sempat berujung aksi adu jotos. Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu beragam komentar dari warganet.
Panitia penyelenggara pun bergerak cepat mengendalikan situasi. Pertandingan dihentikan sementara dan kedua pihak langsung dimediasi di lokasi.
Hasil mediasi menyebutkan, kedua tim menyadari bahwa insiden tersebut dipicu emosi sesaat akibat tingginya tensi pertandingan.
Suasana kemudian kembali mencair setelah kedua belah pihak saling berjabat tangan dan berangkulan. Perselisihan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga hubungan baik dan silaturahmi antarinstansi.
Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga dalam rangka HUT RI semestinya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan.
“Sangat disayangkan kejadian ini bisa terjadi di tengah kemeriahan perayaan HUT RI. Mungkin semangat juang ’45 para peserta terlalu tinggi hingga terbawa suasana emosi di lapangan,” ujar Mahmud Cambang.
Ia menegaskan, semangat kompetisi seharusnya tetap dibarengi sportivitas dan pengendalian diri.
“Harusnya ajang seperti ini dijadikan sarana mempererat silaturahmi dan menjaga sportivitas antarinstansi, bukan malah tersulut emosi sesaat,” katanya.
Mahmud berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan masyarakat maupun kegiatan antarinstansi lainnya. Ia juga mengingatkan agar aparatur negara dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam menjaga ketertiban, persatuan, dan sportivitas.
Meski sempat diwarnai kericuhan, pertandingan tersebut akhirnya berakhir dalam suasana kekeluargaan. Insiden ini menjadi pengingat bahwa semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi sportivitas, pengendalian diri, dan persaudaraan.
(Red)

