Bukan Pemain Muda, Tapi Aksi Mereka di Lapangan Bikin Penonton Terpukau, Legenda Sepak Bola Soppeng Kembali Beraksi -->

Translate


Bukan Pemain Muda, Tapi Aksi Mereka di Lapangan Bikin Penonton Terpukau, Legenda Sepak Bola Soppeng Kembali Beraksi

CELEBESINDO
Minggu, 30 Agustus 2026


Soppeng, Celebesindo.com, Siapa bilang usia 40 tahun ke atas sudah tak layak berlari mengejar bola?


Para mantan pesepak bola Kabupaten Soppeng justru membuktikan sebaliknya. Lapangan hijau kembali mereka jajal dalam Liga Silaturahmi Usia Madya Kabupaten Soppeng, sebuah turnamen yang mempertemukan para pemain senior yang pernah mewarnai sepak bola Soppeng.


Bukan sekadar pertandingan biasa, ajang ini menghadirkan kembali nostalgia masa lalu. Jersey kembali dikenakan, sepatu bola kembali dipakai, dan persaingan di lapangan kembali terasa.


Turnamen tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, berlangsung selama 10 hari, 21–30 Agustus 2026.


Liga ini digagas Ketua PSSI Kabupaten Soppeng sekaligus Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, bersama rekan-rekan Paggolo Stadion.


Lima klub ikut ambil bagian, yakni Old Star Persikota, Old Star Soppeng, Old Star Mantili, Old Star Prindavan, dan Old Star Batu-Batu.


Yang membuat turnamen ini menarik, para pemainnya bukan lagi anak-anak muda yang mengejar karier profesional. Mereka adalah para mantan pemain yang kini kembali ke lapangan dengan satu tujuan: menikmati sepak bola dan menjaga tali persaudaraan.


Keseruan berlanjut hingga partai final yang berlangsung di Stadion H.A. Wana Kabupaten Soppeng, Minggu (30/8/2026).


Old Star Soppeng berhadapan dengan Old Star Batu-Batu.


Pertandingan berjalan sengit. Kedua tim tetap menunjukkan semangat tinggi meski usia para pemain telah memasuki 40 tahun ke atas.


Kejar-kejaran gol membuat pertandingan semakin menarik hingga peluit akhir dibunyikan.


Skor berakhir 1-1.


Dalam hasil akhir turnamen, Old Star Soppeng keluar sebagai Juara I, Old Star Mantili Juara II, sedangkan Old Star Batu-Batu Juara III.


Bagi para pemain, trofi bukan satu-satunya yang dicari.


Ada tawa, nostalgia, persahabatan dan kenangan masa muda yang kembali hadir di lapangan.


Puluhan tahun berlalu, tetapi satu hal ternyata tidak berubah: cinta mereka kepada sepak bola.


Di usia yang tak lagi muda, mereka kembali menunjukkan bahwa semangat di lapangan hijau tidak mengenal batas usia.


Legenda boleh menua, tetapi jiwa sepak bola tetap menyala.


(Red)