Soppeng, Celebesindo.com,– Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA/SMK dan MA Kabupaten Soppeng resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2026–2030 di kawasan Wisata Alam Lejja, Kabupaten Soppeng. Kegiatan yang dihadiri seluruh guru rumpunl Seni Budaya SMA/SMK se-Kabupaten Soppeng ini menjadi momentum memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memajukan pendidikan seni budaya.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sulawesi Selatan, Dr. H. Settaraming, S.Pd., M.Si, yang membawahi Kabupaten Soppeng, Wajo, dan Sidenreng Rappang (Sidrap). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap eksistensi MGMP sebagai organisasi profesi yang berperan strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pelantikan tersebut bertujuan mengukuhkan Ketua dan Pengurus MGMP Seni Budaya SMA/SMK dan MA Kabupaten Soppeng periode 2026–2030 agar dapat menjalankan roda organisasi secara optimal serta menjadi wadah pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Dalam proses pemilihan, Suardi, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Aso atau Pa Guru, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MGMP Seni Budaya Kabupaten Soppeng periode 2026–2030. Terpilihnya Suardi secara bulat mencerminkan kepercayaan dan harapan besar dari seluruh guru rumpun Seni Budaya terhadap kepemimpinannya.
Mengusung tema "Berkarya Bersama, Majukan Seni Budaya dan Solidaritas", kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang mendukung peningkatan kompetensi guru, pengembangan kreativitas peserta didik, serta pelestarian seni dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Dr. H. Settaraming menegaskan bahwa MGMP merupakan wadah penting bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, mata pelajaran Seni Budaya memiliki peran strategis, tidak hanya mengembangkan kemampuan artistik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat identitas budaya, dan menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda.
"Guru Seni Budaya memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi muda. Karena itu, MGMP harus menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan mampu menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran," ujarnya.
Semangat tersebut selaras dengan slogan kepengurusan MGMP Seni Budaya Kabupaten Soppeng, yakni "Bersatu dalam aksi, berkolaborasi dalam karya, menginspirasi generasi, memajukan seni budaya Indonesia, khususnya di Kabupaten Soppeng."
Ketua terpilih, Suardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya agar seluruh guru Seni Budaya di Kabupaten Soppeng tetap menjaga kekompakan dan terus membangun kolaborasi dalam setiap program organisasi.
"Semoga ke depan kita semua guru rumpun Seni Budaya semakin solid, saling mendukung, terus berkolaborasi, berkarya bersama, serta mampu memajukan seni budaya di Kabupaten Soppeng. MGMP harus menjadi rumah besar bagi para guru untuk terus belajar, berinovasi, dan menginspirasi peserta didik," ungkapnya.
Pemilihan Wisata Alam Lejja sebagai lokasi pelantikan turut memberikan nuansa inspiratif. Keindahan alam yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Soppeng diharapkan mampu membangkitkan kreativitas para pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis seni, budaya, dan kearifan lokal.
Ke depan, MGMP Seni Budaya SMA/SMK dan MA Kabupaten Soppeng berkomitmen menghadirkan berbagai program seperti pelatihan, lokakarya, pameran karya seni, pertunjukan budaya, hingga kolaborasi lintas sekolah dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui semangat kebersamaan, organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak pelestarian budaya daerah sekaligus meningkatkan mutu pendidikan seni budaya di Kabupaten Soppeng.
Pelantikan ini menjadi awal perjalanan kepengurusan periode 2026–2030 dengan harapan mampu melahirkan berbagai inovasi dan karya yang tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Soppeng, tetapi juga memperkuat eksistensi seni budaya sebagai bagian penting dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap budaya bangsa.
(Red)


