Dari Tanah Tanpa Laut, Soppeng Lahirkan Legenda Ski Air Nasional -->

Translate


Dari Tanah Tanpa Laut, Soppeng Lahirkan Legenda Ski Air Nasional

CELEBESINDO
Kamis, 23 Juli 2026

Illustrasi


Soppeng, Celebesindo.com,– Kabupaten Soppeng selama ini dikenal sebagai daerah agraris yang dikelilingi perbukitan dan dialiri Sungai Walanae. Siapa sangka, dari daerah yang tidak memiliki garis pantai itu justru lahir atlet-atlet ski air yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan hingga tingkat nasional.


Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan kondisi geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi putra-putri Bumi Latemmamala untuk berprestasi di cabang olahraga air.


Salah satu nama yang tercatat dalam sejarah olahraga Indonesia adalah Firman Saide. Atlet asal Soppeng itu sukses mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), sekaligus mengukuhkan eksistensi Soppeng sebagai daerah penghasil atlet ski air berprestasi.


Namun, sejarah mencatat bahwa kejayaan olahraga ski air Soppeng telah dimulai jauh sebelumnya. Pada dekade 1950-an, seorang perempuan asal Soppeng telah lebih dahulu menorehkan jejak sebagai pelopor, yakni Andi Kusuma.


Lahir di Pacongkang, Kabupaten Soppeng, sekitar tahun 1938, Andi Kusuma yang semasa kecil dikenal dengan nama Andi Marapappa berasal dari keluarga pejuang. Ayahnya, Andi Abdul Muis Tenri Dolong (pahlawan tanpa Pusara), merupakan seorang patriot, sementara ibunya berasal dari keluarga bangsawan bergelar Datu Tanete.


Meski berasal dari Soppeng, perjalanan hidupnya membawanya ke Tanete, Kabupaten Barru, saat masih berusia sekitar empat tahun. Di daerah itulah bakatnya dalam olahraga ski air mulai berkembang melalui pembinaan keluarga tokoh olahraga Sulawesi Selatan, Andi Mattalatta.


Latihan yang disiplin mengantarkan Andi Kusuma tampil pada ajang PON era 1950-an. Aksinya meluncur di atas permukaan air menjadi perhatian publik sekaligus memperkenalkan nama Sulawesi Selatan, khususnya Soppeng, di pentas olahraga nasional.


Puluhan tahun berselang, tongkat estafet prestasi diteruskan Firman Saide. Raihan medali emas di PON menjadi penegasan bahwa tradisi melahirkan atlet ski air dari Bumi Latemmamala tetap terjaga dan mampu bersaing di level tertinggi.


Kisah Andi Kusuma dan Firman Saide menjadi inspirasi bahwa prestasi tidak ditentukan oleh letak geografis semata. Semangat juang, kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet-atlet berkelas nasional dari daerah yang jauh dari laut.


Bagi masyarakat Soppeng, kedua tokoh tersebut bukan sekadar atlet berprestasi. Mereka adalah simbol kegigihan dan kebanggaan daerah yang telah mengukir sejarah olahraga Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa Bumi Latemmamala mampu melahirkan "kesatria-kesatria air" yang namanya akan terus dikenang dalam perjalanan olahraga nasional.


Tulisan mengenai sejarah ini juga sejalan dengan upaya dokumentasi sejarah lokal yang banyak digagas oleh budayawan dan sejarawan Soppeng, termasuk Ahmad Saransi.


Sumber : Dikutip dari laman Facebook HA Ahmad Saransi Jum'at (24/7/2026).