Perjuangan dan Semangat Perempuan Inspiratif di Dunia Karate Nasional, Muldhy Lulus Kualifikasi Wasit A Nasional Kumite dan Juri B Kata PB FORKI -->

Translate


Perjuangan dan Semangat Perempuan Inspiratif di Dunia Karate Nasional, Muldhy Lulus Kualifikasi Wasit A Nasional Kumite dan Juri B Kata PB FORKI

CELEBESINDO
Sabtu, 09 Mei 2026

Bandung, Celebesindo.com, Prestasi membanggakan kembali diraih perempuan asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Muldiyana atau yang akrab disapa Muldhy. Sosok muda inspiratif ini berhasil lulus dalam Kualifikasi Wasit A Nasional Kumite dan Kualifikasi Juri B Kata pada pelaksanaan Ujian Wasit dan Juri PB FORKI yang berlangsung di Soreang, Bandung, selama empat hari. Sabtu (9/5/2026).


Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan panjangnya di dunia karate nasional. Tidak hanya sebagai bentuk peningkatan kualitas diri, kelulusan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan doa yang terus mengiringi setiap proses tidak pernah mengkhianati hasil.


Bagi Muldhy, perjalanan menuju titik ini bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari membagi waktu, tenaga, hingga fokus pikiran antara aktivitas akademik, pekerjaan, dan dunia karate yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.


Di tengah berbagai kesibukan tersebut, semangatnya untuk terus belajar dan berkembang tidak pernah surut. Perempuan yang dikenal aktif dan disiplin ini terus berupaya meningkatkan kapasitas dirinya agar mampu berkontribusi lebih besar dalam dunia olahraga karate Indonesia, khususnya di bidang perwasitan dan penjurian.


“Alhamdulillah, setiap proses yang saya lalui selalu memberikan pelajaran besar. Tidak mudah memang, tetapi rasa lelah itu terbayarkan ketika bisa menyelesaikan setiap tahapan ujian dengan baik,” ungkap Muldhy penuh rasa haru usai dinyatakan lulus.


Perjalanan mengikuti ujian PB FORKI bukan pertama kalinya bagi Muldhy. Sebelumnya, ia telah mengikuti berbagai tahapan ujian dan pelatihan di sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Makassar, Jakarta BSD, Riau, hingga akhirnya di Soreang, Bandung.


Setiap kota yang disinggahinya menyimpan cerita perjuangan, pengalaman, sekaligus proses pembelajaran yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang semakin kuat dan percaya diri. Baginya, setiap ujian bukan hanya soal kelulusan, tetapi juga tentang bagaimana terus belajar memahami tanggung jawab dan profesionalitas sebagai seorang wasit dan juri karate nasional.


“Setiap daerah memberikan pengalaman berbeda. Saya belajar banyak hal, bertemu orang-orang hebat, dan mendapat motivasi baru untuk terus berkembang,” tuturnya.


Tidak hanya aktif di dunia olahraga, Muldhy juga dikenal sebagai dosen muda di Universitas Muhammadiyah Bone, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Teknologi Pendidikan. Di tengah tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik, ia juga sedang melanjutkan studi serta aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan konferensi ilmiah.


Kesibukan yang padat tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri. Bahkan jadwal konferensi akademik yang diikutinya berlangsung berdekatan dengan pelaksanaan ujian wasit dan juri PB FORKI di Bandung. Namun dengan komitmen tinggi, disiplin, serta dukungan keluarga dan orang-orang terdekat, seluruh tanggung jawab tersebut mampu dijalaninya secara bersamaan.


Muldhy mengaku momen kelulusannya kali ini terasa sangat emosional karena harus melewati berbagai agenda penting dalam waktu yang hampir bersamaan. Meski demikian, semua proses tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang semakin menguatkan mental dan semangatnya.


“Perasaan haru dan bangga tentu sangat besar. Di tengah aktivitas kampus, kuliah, dan kegiatan konferensi, saya masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk mengikuti ujian ini hingga akhirnya dinyatakan lulus,” tambahnya.


Keberhasilan Muldhy menjadi inspirasi tersendiri bagi banyak perempuan, khususnya generasi muda di Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan. Ia membuktikan bahwa perempuan mampu mengambil peran penting di tingkat nasional, baik di dunia pendidikan maupun olahraga.


Semangat juang yang ditunjukkannya juga menjadi pesan bahwa keterbatasan waktu, kesibukan, dan tantangan hidup bukanlah penghalang untuk terus berkembang dan meraih mimpi. Dengan tekad yang kuat, perempuan dapat tetap berprestasi di berbagai bidang sekaligus.


Prestasi yang diraih Muldhy diharapkan menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi di dunia perwasitan karate nasional. Dengan dedikasi, pengalaman, dan semangat belajar yang dimiliki, ia diyakini mampu terus berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan karate Indonesia.


Perjalanan panjang dari Makassar, Jakarta BSD, Riau hingga Bandung kini menjadi catatan perjuangan yang tidak terlupakan dalam hidupnya. Semua proses itu membentuk sosok perempuan tangguh yang tidak pernah menyerah menghadapi tantangan.


Muldhy membuktikan bahwa perempuan hebat lahir dari keberanian untuk terus belajar, berjuang, dan melangkah maju meski di tengah berbagai keterbatasan. Prestasinya hari ini bukan hanya tentang kelulusan ujian, tetapi juga tentang dedikasi, ketekunan, dan semangat untuk terus memberi inspirasi bagi banyak orang.


(Red)