Soppeng, Celebesindo.com, Suasana yang tak biasa tampak di sebuah sudut kafe di Kabupaten Soppeng, Jumat pagi (17/4/2026). Di tengah aroma kopi yang hangat dan obrolan santai, sebuah kegiatan penting justru berlangsung penuh makna.
Invinite Coffee yang terletak di Jalan Tuju Wali-Wali mendadak berubah menjadi ruang dialog terbuka antara aparat dan masyarakat melalui program Jumat Curhat yang digelar Polres Soppeng. Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. Turut mendampingi, Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, serta dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari pejabat daerah, perwakilan instansi vertikal, hingga masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan BPN Soppeng, para pejabat utama Polres Soppeng, Kapolsek Lalabata AKP Asep Sibli, Camat Lalabata Risqun, S.STP., M.Si, Danramil Lalabata Kapten Arh. Soekarno Halim, Lurah Lalabata Rilau H. Rama Scorpianto, Bhayangkari, serta personel dari Polres dan Polsek Lalabata.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kapolsek Lalabata, AKP Asep Sibli, yang sekaligus memperkenalkan dirinya sebagai pejabat baru di wilayah tersebut.
Dalam perkenalannya, ia menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Sebagai pejabat baru, saya ingin menjalin kedekatan dengan masyarakat. Kami terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Berbeda dari forum-forum formal pada umumnya, suasana Jumat Curhat kali ini berlangsung santai namun tetap sarat makna.
Peserta duduk bersama tanpa sekat, menciptakan nuansa keakraban yang mendorong masyarakat lebih leluasa menyampaikan aspirasi.
Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin atau seremonial belaka.
Ia menyebut Jumat Curhat sebagai sarana penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami dalam meningkatkan pelayanan, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Partisipasi aktif masyarakat sangat kami harapkan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto turut menegaskan pentingnya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas keamanan di wilayah.
“Ketika semua pihak saling mendukung dan bekerja sama, maka potensi gangguan keamanan bisa diminimalisir. Kebersamaan adalah kunci,” jelasnya.
Puncak kegiatan terjadi saat sesi tanya jawab, di mana masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung. Mulai dari isu keamanan lingkungan, ketertiban umum, hingga harapan terhadap peningkatan pelayanan kepolisian menjadi topik yang dibahas secara terbuka.
Menariknya, tidak terlihat adanya jarak antara aparat dan masyarakat. Semua peserta terlibat aktif dalam diskusi, menciptakan suasana yang hangat, terbuka, dan penuh kepercayaan.
Program Jumat Curhat sendiri dinilai sebagai langkah konkret Polres Soppeng dalam membangun komunikasi yang efektif dan humanis.
Pendekatan seperti ini dianggap mampu mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk mendeteksi dini berbagai potensi permasalahan di masyarakat, sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Kegiatan yang berlangsung sekitar satu jam ini ditutup pada pukul 10.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Meski berlangsung singkat, dialog yang terbangun meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Dengan konsep sederhana namun berdampak besar, Jumat Curhat diharapkan terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara aparat dan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kedekatan yang humanis dan solutif.
(YM)


