PB IMPS Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Mahasiswa Soppeng -->

Translate


PB IMPS Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Mahasiswa Soppeng

CELEBESINDO
Selasa, 28 April 2026


Makassar, Celebesindo.com, Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (PB IMPS) periode 2026–2028 menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa asal Kabupaten Soppeng di berbagai sektor, khususnya dalam bidang pendidikan, kesejahteraan, dan akses pengembangan diri.


Ketua Umum PB IMPS, Muhammad Arifin Syam, menyampaikan bahwa organisasi tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi harus hadir sebagai representasi suara mahasiswa yang mampu mengadvokasi kepentingan mereka secara nyata.


“Mahasiswa Soppeng memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak, beasiswa, serta ruang pengembangan kapasitas. PB IMPS hadir untuk memastikan hak-hak tersebut diperjuangkan secara serius,” tegasnya. Selasa (28/4/2026). 


PB IMPS menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang dihadapi mahasiswa Soppeng, mulai dari keterbatasan akses informasi beasiswa, minimnya wadah pengembangan potensi, hingga kurangnya perhatian terhadap mahasiswa di perantauan. Kondisi ini dinilai membutuhkan peran aktif organisasi sebagai jembatan antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. 


Dalam upaya memperkuat kualitas SDM daerah, PB IMPS juga mengingatkan pentingnya perhatian pada fasilitas penunjang pendidikan, salah satunya melalui pembenahan kondisi asrama mahasiswa yang juga merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dalam pengelolaan aset daerah. 


Asrama dinilai menjadi faktor pendukung krusial bagi mahasiswa asal Soppeng di perantauan, khususnya bagi mereka yang kurang mampu dan membutuhkan kesetaraan akses hunian yang layak selama menempuh pendidikan di luar daerah.


Sebagai langkah awal, PB IMPS akan mendorong penguatan fungsi advokasi organisasi melalui pendataan kebutuhan mahasiswa, pengawalan kebijakan yang berpihak pada pelajar dan mahasiswa, serta membangun komunikasi yang intensif dengan pemangku kepentingan.


Selain itu, organisasi juga berkomitmen untuk membuka ruang aspirasi yang inklusif agar mahasiswa dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.


PB IMPS juga mengajak seluruh mahasiswa Soppeng untuk terlibat aktif dalam gerakan kolektif demi memperjuangkan hak-hak bersama. Solidaritas dan partisipasi dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan.


Dengan komitmen tersebut, PB IMPS periode 2026–2028 diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa Soppeng secara konsisten dan berkelanjutan.


(Fadly)