Dari Dua Jadi Lima, Gowes Pagi Kabag Ops Brimob Sulsel Jadi Gerakan Nyata Hemat BBM dan Hidup Sehat -->

Translate


Dari Dua Jadi Lima, Gowes Pagi Kabag Ops Brimob Sulsel Jadi Gerakan Nyata Hemat BBM dan Hidup Sehat

CELEBESINDO
Selasa, 21 April 2026


Makassar, Celebesindo.com,– Pagi yang masih diselimuti udara sejuk di kawasan Jembatan Kembar Gowa, Selasa (21/4/2026), menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Saat sebagian warga baru memulai aktivitas, lima personel berseragam training tampak bersiap mengayuh sepeda menuju Markas Komando Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan di Makassar.


Di barisan depan, terlihat Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., yang memimpin langsung perjalanan tersebut.


Rutinitas “bike to work” yang biasanya ia jalani hanya bersama satu rekan, pagi itu berubah menjadi rombongan kecil berjumlah lima orang.


Perubahan sederhana itu menjadi tanda bahwa keteladanan mulai menginspirasi.


Tepat pukul 06.00 WITA, rombongan memulai perjalanan dari Gowa menuju Makassar. Jarak sekitar 11 kilometer ditempuh dengan ritme kayuhan santai namun penuh disiplin. Target mereka jelas: tiba di kantor sebelum apel pagi dimulai.


Bagi AKBP Nur Ichsan, bersepeda ke kantor bukan sekadar aktivitas olahraga. Ia menjadikan kebiasaan tersebut sebagai komitmen pribadi yang dijalani secara konsisten setiap Selasa dan Jumat.


Di tengah kesibukan tugas operasional yang padat, ia tetap memilih mengayuh sepeda sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus bentuk tanggung jawab sosial.


“Ini bagian dari komitmen kami mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi BBM. Kalau bukan kita yang memulai, lalu siapa lagi,” ujarnya.



Pilihan sederhana itu membawa pesan kuat. Di tengah meningkatnya konsumsi bahan bakar, langkah kecil seperti bersepeda dinilai dapat menjadi contoh konkret dalam mendukung penghematan energi. Selain itu, kebiasaan tersebut juga memberikan manfaat kesehatan bagi personel.


Kayuhan demi kayuhan yang mereka lakukan bukan hanya perjalanan menuju tempat kerja, tetapi juga simbol perubahan pola pikir. Dari penggunaan kendaraan bermotor ke transportasi ramah lingkungan, dari rutinitas biasa menjadi gerakan inspiratif.


Menariknya, perubahan jumlah peserta dari dua menjadi lima orang terjadi tanpa instruksi resmi. Tidak ada perintah formal, tidak ada kewajiban. Yang ada hanya keteladanan yang diam-diam mengundang partisipasi.


Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan melalui contoh nyata seringkali lebih efektif daripada sekadar arahan.Ketika pimpinan turun langsung dan konsisten, anggota pun terdorong untuk mengikuti.


“Selain menghemat bahan bakar, bersepeda juga membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Ini sederhana, tapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten,” tambah AKBP Nur Ichsan.


Perjalanan dari Gowa ke Makassar pagi itu pun terasa berbeda. Di tengah lalu lintas yang mulai padat, lima sepeda melaju beriringan dengan semangat yang sama. Tidak ada sirene, tidak ada pengawalan khusus, hanya tekad dan komitmen.


Aksi ini sekaligus memperlihatkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dari dua orang menjadi lima, bukan tidak mungkin ke depan semakin banyak personel yang ikut serta. Jika konsistensi terus dijaga, gerakan “bike to work” ini berpotensi menjadi budaya baru di lingkungan Brimob Polda Sulsel.


Lebih dari sekadar olahraga, gowes pagi tersebut menjadi pesan tentang disiplin, efisiensi, dan kepedulian lingkungan. Ketika seorang pemimpin memberi contoh langsung, inspirasi pun bergerak tanpa perlu banyak kata.


Dan pagi itu, dari Jembatan Kembar Gowa hingga Makassar, lima sepeda itu mengayuh bukan hanya menuju kantor, tetapi juga menuju perubahan. (*)