Soppeng, Celebesindo.com, Lapangan Pondok Pesantren Yasrib Watansoppeng menjadi saksi debut penuh makna The Seven Team/Squad SDN 7 Salotungo pada ajang Yasrib Student Competition 3.
Debut ini bukan sekadar tentang turun bertanding, tetapi tentang memperkenalkan identitas tim yang menjunjung adab, karakter, dan kebersamaan.
Di bawah arahan Coach Rijal, didampingi asisten pelatih Firdaus dan Isra, para pemain—Hafidz dkk—turun ke lapangan dengan satu tekad: bermain dengan hati yang gembira dan sikap yang terjaga.
“Kalian boleh berlari kencang, tapi adab jangan pernah tertinggal,” pesan Coach Rijal sebelum laga dimulai.
Sejak peluit awal, Hafidz dan rekan-rekannya menampilkan permainan yang rapi, berani, dan penuh kendali. Taat aturan, menghormati lawan dan wasit, jujur, sportif, serta menahan diri dari emosi berlebihan menjadi wajah The Seven di lapangan.
Tak ada sikap menyakiti, menghina, ataupun pamer skor—yang ada adalah kerja sama dan saling menutup kekurangan.
Semangat para pemain semakin menyala dengan hadirnya kepala sekolah, para guru, orang tua, dan murid SDN 7 Salotungo di pinggir lapangan.
Dukungan itu menjadi energi batin yang menguatkan langkah Hafidz dkk, seolah menegaskan bahwa mereka tidak bermain sendirian, melainkan membawa nama dan doa banyak orang.
Asisten pelatih Firdaus menuturkan,
“Debut ini adalah pondasi. Anak-anak kami ajarkan bahwa karakter harus lebih dulu kuat sebelum prestasi.”
Senada dengan itu, Isra menambahkan, “Kalau tim ini solid dan saling menghormati, kemenangan akan datang dengan sendirinya.”
Yasrib Student Competition 3 pun menjadi titik awal perjalanan The Seven SDN 7 Salotungo. Hafidz dkk telah membuka lembaran pertama—bukan dengan kesombongan, tetapi dengan kerja keras, adab, dan kebersamaan.
The Seven hadir bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk memberi teladan.
(Tim)
