SDN 7 Salotungo Tanamkan Pendidikan Karakter Lewat Program Jum’at Bersih Berkelanjutan -->

Translate


SDN 7 Salotungo Tanamkan Pendidikan Karakter Lewat Program Jum’at Bersih Berkelanjutan

CELEBESINDO
Kamis, 22 Januari 2026


Soppeng, Celebesindo.com,  Di tengah arus modernisasi dunia pendidikan yang semakin menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi, fasilitas canggih, dan layanan serba instan, SD Negeri 7 Salotungo, Kabupaten Soppeng, justru memilih jalur berbeda dalam membentuk karakter peserta didik.


Sekolah dasar negeri ini secara konsisten menguatkan pendidikan karakter melalui Program Jum’at Bersih, sebuah kegiatan rutin yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pembentukan sikap tanggung jawab, kebersamaan, disiplin, dan kepedulian sosial sejak usia dini.


Program Jum’at Bersih di SDN 7 Salotungo bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas formal. Lebih dari itu, kegiatan ini telah menjelma menjadi budaya sekolah yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah.


Setiap hari Jum’at pagi, seluruh murid dan guru terlibat langsung membersihkan berbagai area sekolah. Mulai dari ruang kelas, halaman sekolah, selokan, hingga taman sekolah, semuanya dikerjakan secara gotong royong dengan pembagian tugas yang jelas dan terstruktur.


Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terorganisir. Sekolah menyusun daftar piket kelas secara sistematis, sementara area pembersihan dibagi ke dalam beberapa kapling agar tidak ada sudut sekolah yang terabaikan. Setiap murid memiliki tanggung jawab sesuai perannya masing-masing.


Salah satu hal yang membedakan Program Jum’at Bersih di SDN 7 Salotungo dengan kegiatan kebersihan di sekolah lain adalah keterlibatan aktif para guru.


Guru tidak hanya memberi instruksi dari kejauhan, tetapi turut turun langsung ke lapangan.


Guru kelas dan guru mata pelajaran terlihat menyapu, membersihkan, serta merapikan lingkungan sekolah bersama murid-murid.


Pendekatan ini menjadi bentuk keteladanan nyata bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang jabatan atau usia.


Program Jum’at Bersih ini dikoordinir oleh guru PJOK, Israwati. Ia mengakui bahwa membangun kebiasaan positif pada anak-anak bukan perkara mudah dan membutuhkan proses panjang serta kesabaran.


“Ini tidak semudah yang dibayangkan. Semuanya butuh proses dan kesabaran. Tantangan terberat adalah mengubah mindset anak-anak, dari malas menjadi rajin, dari terpaksa menjadi ikhlas,” ujar Israwati, Jum’at (23/1/2025).


Menurutnya, esensi dari Jum’at Bersih tidak terletak pada kelengkapan alat kebersihan, melainkan pada proses pembentukan kesadaran dan tanggung jawab peserta didik.


Anak-anak dilatih untuk memahami bahwa menjaga kebersihan sekolah adalah kewajiban bersama, bukan semata-mata tugas petugas kebersihan.


Hal senada disampaikan guru PJOK lainnya, Syamsu Rijal. Ia menegaskan pentingnya menanamkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah sejak dini agar kebiasaan positif tersebut tumbuh secara alami.


“Kalau rasa memiliki tidak ditanamkan, semua akan terasa berat. Anak-anak harus merasa bahwa ini sekolah mereka. Kalau sekolah kotor, mereka yang rugi. Kalau bersih, mereka yang bangga,” jelasnya.


Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih efektif jika dilakukan melalui praktik langsung dan pembiasaan, bukan sekadar teori di dalam kelas.


Pantauan selama pelaksanaan Jum’at Bersih menunjukkan antusiasme tinggi dari para murid. Mereka tampak menyapu halaman sekolah, membersihkan selokan, merapikan taman, serta menata ruang kelas tanpa keluhan.


Aktivitas tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran, rasa tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Bahkan, sebagian murid terlihat saling membantu tanpa diminta, mencerminkan nilai gotong royong yang mulai tertanam kuat.


Program Jum’at Bersih menjadi salah satu upaya konkret SDN 7 Salotungo dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kegiatan sehari-hari. Sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap disiplin, kerja sama, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial.


Melalui konsistensi pelaksanaan kegiatan ini, SDN 7 Salotungo membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dibentuk secara instan. 


Nilai-nilai luhur tersebut tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan secara berulang, keteladanan guru, serta pendampingan yang berkesinambungan.


Ke depan, Program Jum’at Bersih diharapkan dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan berkarakter.


(Red)