Soppeng, Celebesindo.com, Inovasi pendidikan dari sebuah sekolah dasar di Lajarella Kelurahan Limpomajang Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, kembali menarik perhatian nasional. Ismail Jumarang, S.Ag., guru SDN 53 Lajarella, berhasil meraih peringkat terbaik kedua pada ajang Anugerah Guru Prima (AGP) Nasional 2025 kategori Guru SD. Senin (16/11/2025).
Prestasi tersebut melengkapi keberhasilan Ismail sebelumnya yang menjadi Juara I tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Dengan kemenangan itu, ia dipercaya mewakili Sulsel di kompetisi tingkat nasional dan kemudian menempatkan Soppeng dalam jajaran daerah yang diperhitungkan dalam peta inovasi pendidikan Indonesia.
AGP merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada pendidik berprestasi berdasarkan prinsip PRIMA: Produktif, Inovatif, Motivator, dan Berkarakter.
Penilaian mencakup karya, kontribusi nyata, konsistensi, serta karakter kepemimpinan peserta di lingkungan pendidikan masing-masing.
Rangkaian AGP Nasional 2025 berlangsung sejak awal November. Pendaftaran peserta dibuka pada 1–8 November, diikuti penilaian karya pada 1–10 November.
Babak final penjurian dilaksanakan secara daring pada 13 November, sementara pengumuman pemenang disampaikan secara virtual pada 17 November 2025. Acara puncak penganugerahan dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2025.
Ismail menonjol melalui inovasinya, Smart Class Device (SCD), sebuah perangkat pembelajaran interaktif yang dikembangkannya secara mandiri.
Meski berprofesi sebagai guru pendidikan agama, ketertarikan dan ketekunannya dalam teknologi mendorongnya menciptakan alat yang kini menjadi andalan di sekolah tempatnya mengajar.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, SE, MM menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menilai keberhasilan Ismail menunjukkan bahwa inovasi dapat muncul dari mana saja, termasuk dari sekolah yang berada di wilayah Desa. “Prestasi ini bukan hanya milik pribadi Ismail, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Soppeng,” ujarnya.
Dr. Nurmal berharap pencapaian ini mampu mendorong lebih banyak guru di daerah untuk berani berinovasi dan terus mengembangkan diri. “Guru-guru di daerah memiliki potensi besar ketika diberikan ruang untuk berkreasi,” katanya.
Ismail sendiri mengungkapkan rasa syukur dan berharap prestasinya dapat memberikan manfaat lebih luas. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus menghadirkan pembelajaran yang interaktif, adaptif, dan relevan demi masa depan pendidikan Indonesia,” ujarnya.
(Red)
