Gowa, Celebesindo.com, Dalam rangka memperkuat peran kelembagaan petani dalam pembangunan pertanian nasional, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku memfasilitasi kegiatan Rembug Madya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan gagasan dan memperkuat kolaborasi untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi ancaman krisis pangan.
"Perlunya sinergi untuk pembangunan pertanian, tanpa anda sekalian, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Kita harus kuat bersama. Kita akan mengguncang dunia dan mencapai mimpi bersama menjadi lumbung pangan dunia," tegas Mentan Amran.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti yang menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, pendekatan berbasis data, serta sinergi dengan visi Presiden terkait swasembada pangan, hilirisasi pertanian, dan program makan bergizi gratis.
“Pertanian ke depan harus menjadi sektor yang tangguh, modern, dan berdaya saing. Kunci keberhasilannya ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan SDM unggul,” ujarnya.
Kegiatan yang bertajuk Penguatan Kelembagaan KTNA Menuju Kemandirian Petani dan Nelayan ini digelar di Aula Syekh Yusuf BBPP Batangkaluku dan berlangsung pada tanggal 7 - 8 Juli yang diikuti oleh 65 peserta.
Ketua KTNA Sulsel, Muhammad Yunus mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempererar silaturahmi dan membangun koordinasi yang lebih efektif antar pengurus dan pembina KTNA.
"Marilah kita berkolaborasi, saling bertukar informasi dan ilmu. Sebarkan kepada teman-teman dan daerah-daerag yang memerlukan," serunya.
Sementara itu, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus KTNA untuk mendukung swasembada pangan.
"Pencapaian target ini tentu sangat sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita dibentuknya KTNA, yang mana salah satu di antara cita-cita atau tujuan pembentukan KTNA adalah meningkatkan produksi pangan," ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Jamal, KTNA memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendukung tercapainya swasembada pangan. Jamaluddin juga meminta agar KTNA turut memotivasi para anak muda yang ada di daerah untuk ikut bertani.
"Pemerintah saat ini mempunyai program Brigade Pangan. BP adalah kelembagaan petani yang tujuannya agar pemuda-pemuda yang selama ini tidak punya perhatian terhadap dunia pertanian, kita fasilitasi agar memiliki minat yang tinggi untuk terlibat di pertanian," terangnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan KTNA Provinsi Sulawesi Selatan semakin solid dalam memperkuat peran kelembagaan petani serta mampu menjadi penggerak utama pembangunan pertanian di wilayahnya.