Iptu Burhanuddin, Mengokohkan Sinergi Media dan Polri di Kota Parepare -->

Translate


Iptu Burhanuddin, Mengokohkan Sinergi Media dan Polri di Kota Parepare

CELEBESINDO
Jumat, 11 Juli 2025


Parepare, Celebesindo.com, Di suatu malam yang hangat di Kota Parepare, aroma ikan bakar menyambut sejumlah jurnalis dari Kabupaten Soppeng. Jum'at (11/7/2025).


Mereka datang bukan hanya untuk bertugas, tetapi juga untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat bersama aparat setempat.


Di balik dinding sederhana Posko Intelkam Polres Kota Parepare, suasana akrab dan kekeluargaan begitu terasa.


Iptu Burhanuddin, S.IP, MM, Kasat Intel Polres Parepare, menyambut langsung para tamunya dengan senyum ramah dan tangan terbuka.


Di depan gedung yang nampak sederhana posko yang terletak di Jl. Andi Isa, Kelurahan Ujung Sabbang itu, pertemuan itu terasa jauh dari kaku. Yang ada hanyalah tawa, canda, dan semangat kebersamaan.


Tampak hadir Ketua AJOI Soppeng, Jamal Hasan Basir dari media Spionase.com, dan Saharuddin dari Okita.news


Bersama beberapa anggota Intelkam lainnya, mereka duduk menyantap nasi hangat dan ikan bakar yang menggugah selera.


"Beginilah cara kami membangun kekeluargaan," ucap Iptu Burhanuddin sambil menyendok sambal ke piring tamunya.


Ia percaya, kedekatan seperti inilah yang memperkuat sinergi antara aparat dan rekan media.


Baginya, wartawan bukan hanya mitra kerja, tetapi juga bagian dari keluarga besar yang ikut menjaga harmoni kota.


Ia bercerita, meski Posko Intelkam tampak sederhana dari luar, di dalamnya tertata rapi dan nyaman, mencerminkan semangat kerja profesional yang tetap bersahaja.


Hampir setahun bertugas di Parepare, Burhanuddin mengakui ritme kerja di kota ini jauh lebih padat dibandingkan di Soppeng.


Namun ia bersyukur, karena semangat kekeluargaan antar anggota selalu dijaga, salah satunya lewat kegiatan santai seperti ini.


“Di sini, meskipun para wartawan berasal dari organisasi pers yang berbeda, mereka tetap duduk satu meja di warkop. Itu yang saya suka dari Parepare,” ujarnya.


Ikan bakar perlahan habis, namun obrolan hangat terus berlanjut.


Dari isu ringan hingga perbincangan soal dinamika sosial masyarakat kota, semua dibahas tanpa sekat.


Pertemuan sederhana ini mungkin tidak tercatat dalam agenda resmi, tetapi justru di sinilah jalinan kepercayaan dan persaudaraan dibangun di atas piring sederhana, di bawah atap yang sama, dengan semangat yang satu.


(YM)