Lutim, Celebesindo.com, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui jajarannya terus memastikan produksi dan produktivitas sektor pertanian terus berjalan. Tentunya ini sebagai bentuk dukungan nyata pada petani yang tak hentinya tetap produktif di lahan pertanian demi terjaganya stok pangan.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya menggerakkan semua lini untuk mengoptimalkan produksi.
"Sawah tidak boleh menganggur. Dalam kondisi dunia yang sedang rawan pangan, satu hektare yang kita tanam adalah satu langkah kita menyelamatkan bangsa dari krisis. Petani adalah pahlawan pangan, dan penyuluh adalah panglima di lapangan," tegas Mentan Amran.
Ia menambahkan, bahwa pertanian adalah solusi konkret atas persoalan ekonomi, ketahanan pangan, dan stabilitas nasional. Oleh karena itu, keberhasilan LTT bukan hanya tanggung jawab petani, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya peran penyuluh sebagai motor penggerak program di lapangan.
"Penyuluh bukan hanya pemberi informasi. Mereka adalah mitra strategis petani, jembatan antara kebijakan dan realita di sawah. Keberhasilan percepatan LTT sangat bergantung pada kedekatan dan komunikasi aktif antara penyuluh dan petani," ujarnya.
Santi juga menekankan pentingnya kerja kolektif berbasis wilayah untuk mendorong target LTT secara merata. BPP sebagai pusat gerakan penyuluhan di kecamatan diharapkan mampu menjadi pengendali dan penggerak utama yang berorientasi hasil.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian terus bergerak cepat menyikapi tantangan ketahanan pangan nasional.
Pada Rabu, 14 Mei 2025, digelar Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tomoni Timur yang melibatkan seluruh elemen penyuluh pertanian dari tingkat kabupaten hingga desa.
Hadir dalam rakor tersebut antara lain Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku yang juga penanggung jawab Swasembada Pangan Kabupaten Luwu Timur Jamaluddin Al Afgani, Kepala UPTD Penyuluhan, para Koordinator BPP, Penyuluh Fungsional, dan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang menjadi ujung tombak di lapangan.
Agenda utama rakor ini adalah merumuskan strategi teknis dan operasional dalam mempercepat pencapaian target LTT musim tanam kedua tahun 2025.
Percepatan LTT menjadi program prioritas nasional di tengah kondisi cuaca yang tak menentu dan ancaman krisis pangan global.
Luwu Timur sebagai salah satu sentra produksi pangan di Sulawesi Selatan, dituntut untuk mengambil peran signifikan dalam menjaga ketersediaan beras nasional.
Dalam rakor, berbagai kendala dan peluang dibahas secara terbuka: mulai dari ketersediaan air, kesiapan benih, alat dan mesin pertanian, hingga strategi mendampingi petani agar tidak kehilangan momentum tanam. Koordinasi lintas sektor dan pelibatan seluruh BPP menjadi kunci agar setiap potensi sawah dapat digarap secara maksimal.
Rapat koordinasi ini tidak berhenti di atas meja. Seluruh peserta rakor menyepakati serangkaian langkah strategis seperti pemetaan lahan potensial, percepatan distribusi saprodi, pengaktifan kembali lahan tidur, serta intensifikasi pendampingan petani. Setiap BPP ditargetkan melaporkan tanam dan progres LTT secara digital dan terintegrasi.
"Kita tidak punya pilihan selain bekerja cepat, cerdas, dan ikhlas. Tanam hari ini adalah panen masa depan," Tutup Jamaluddin.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Kabupaten Luwu Timur siap menjadi pilar ketahanan pangan daerah dan nasional. Ke depan, semua pihak berharap bahwa keberhasilan percepatan LTT tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan kemandirian pangan bangsa.
(Red/YM)