Ponpes Yasrib Kerjasama Pemkab Soppeng Gelar Halal Bi Halal dan Penamatan Santri -->


 

Translate


Ponpes Yasrib Kerjasama Pemkab Soppeng Gelar Halal Bi Halal dan Penamatan Santri

CELEBESINDO
Sabtu, 18 Mei 2024


Soppeng, Celebesindo.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Lutfi Halide, MP menghadiri  Halal Bi Halal yang dirangkaikan dengan penamatan santri tingkat RA, MTs, MA, MDH,Tahfidzul Qur’an dan Hafalan Kitab Al-Ajurumiyyah dan Akidatul Awam di Pondok Pesantren Yasrib, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada hari Sabtu 18 Mei 2024.


Kegiatan tersebut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan Pondok Pesantren Yasrib Watansoppeng.


Acara diawali peresmian jalan beton pondok pesantren Yasrib yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Soppeng.


Pimpinan Pondok Pesantren Yasrib Lapajung H.Muh.Taslim Basri Daud, Lc dalam sambutannya menyampaikan bahwa, acara penamatan santri pada hari ini dapat terlaksana berkat kerja sama dari semua pihak, pemerintah daerah, orang tua/wali santri, tokoh agama dan masyarakat.


Maka melalui kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan sarana pra sarana maupun pembangunan peningkatan sumber daya manusia.


Apa yang kita saksikan tadi penamatan kitab matan Al Jurrumiyyah, kitab Safinatunnajah dan Aqidatul Awam merupakan bukti bahwa, Pondok Pesantren Yasrib masih eksis mengajarkan santri-santrinya paham dan Manhaj Ahlu Sunnah Wal Jama’ah belajar kitab-kitab klasik dalam memahami Al Qur’an dan Hadist Nabi SAW.


Sambutan Wakil Bupati Soppeng, Ir.H.Lutfi Halide, MP menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan dan segenap pengurus Pondok Pesantren Yasrib dengan adanya kegiatan ini. 


"Saya secara pribadi mengatakan bahwa Yasrib memang The Best, karena apa yang dilakukan Yasrib masuk dalam Visi/Misi Kab. Soppeng yaitu bagaimana menjadikan Soppeng menjadi Kota Pendidikan.


"Namun yang menjadi tantangan kedepan yaitu bagaimana kita mempersiapkan diri memasuki generasi Indonesia Emas tahun 2045. Sehingga kita harus mempersiapkan anak-anak kita mulai dari sekarang.


"Dan tantangan lainnya adalah masalah tingginya angka perceraian yang disebabkan oleh meningkatnya pernikahan usia dini. 


"Jadi mari kita diskusikan hal ini bersama-sama, pungkasnya.


(Red)