Latihan Beladiri Karate di SDN 23 Tanete, Kepsek Naharuddin Sebut Salah Satu Upaya Tingkatan Disiplin, Sikap dan Perilaku Siswa -->


 

Translate


Latihan Beladiri Karate di SDN 23 Tanete, Kepsek Naharuddin Sebut Salah Satu Upaya Tingkatan Disiplin, Sikap dan Perilaku Siswa

CELEBESINDO
Kamis, 08 Februari 2024

Soppeng, Celebesindo.com, Siswa Siswi SDN 23 Tanete kembali melaksanakan pelatihan bela diri karate yang berlangsung di halaman sekolah, jalan Balubu Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Kamis (8/2/2024). 


Turut mendampingi siswa siswi tersebut yakni Kepala UPTD SPF SDN 23 Tanete Naharuddin, S. Sos, M.Si bersama guru olahraga seni Sanreseng, S.Pd.


Pelatihan Beladiri Karate dilatih oleh pelatih Sensei Herwan, SH, M.Si Karateka DAN IV LEMKARI Soppeng


Materi yang diberikan berupa Dasar seni bela diri karate, seperti teknik dachi, kihon, zuki (pukulan), uke (tangkisan) dan beberapa teknik lainnya.


Kepala Sekolah SDN 23 Tanete Naharuddin mengatakan latihan karate yang dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yakni pada hari Kamis dan Selasa. 


"Anak-anak kita baru kali kedua menerima pelatihan beladiri Karate per hari ini Kamis, tuturnya. 



Menurut Kepsek Naharuddin, melatih Anak-Anak Bela Diri Karate merupakan pembinaan karakter yang mesti memang harus dimulai dari usia muda, tegasnya. 


“Anak-anak yang ikut dalam latihan karate ini sangat antusias, dan kita bersyukur karena dengan pelatihan ini juga dapat memotivasi anak-anak supaya mereka bisa berolah raga dan juga menghindari bermain HP,” tandas Kepala UPTD SPF SDN 23 Tanete. 


Dikatakannya latihan karate itu bertujuan agar anak-anak memiliki kemampuan bela diri sehingga nantinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun kepada orang lain.


Naharuddin berharap dengan latihan bela diri karate, agar anak-anak di SDN 23 Tanete dapat menjadi kareteka muda yang berprestasi dan memiliki semangat juang. 


Selain itu, untuk mengarahkan anak-anak berlatih beladiri karate sejak muda untuk membantu anak agar dapat berkembang penuh dengan potensi masing-masing, tukas Naharuddin menuturkan. 


Naharuddin kembali menegaskan bahwa, “Pembinaan harus dari usia muda, selain meningkatkan prestasi sekolah di bidang olahraga, juga dapat meningkatkan kedisiplinan, sikap dan perilaku siswa yang positif,” pungkasnya.


(Red)