Meski Dibawah Terik Mentari Tak Surutkan Semangat Siswa Siswi SMA Zion Makassar Belajar Pertanian di Lokasi UPTD Kementan -->

Translate


Meski Dibawah Terik Mentari Tak Surutkan Semangat Siswa Siswi SMA Zion Makassar Belajar Pertanian di Lokasi UPTD Kementan

CELEBESINDO
Minggu, 03 September 2023


Gowa, Celebesindo.com, Ratusan siswa siswi sekolah padati lahan praktek BBPP Batangkaluku. Terlihat dari kunjungan SMA Zion Makassar, dibawah panas teriknya matahari tidak surutkan semangat mereka untuk belajar dan mengenal petanian lebih dekat. 


Ada yang menanam jagung, ada foto-foto, ada yang mengamati, diskusi dan ada juga yang membawa buku catatan seakan hirau dari panasnya matahari yang begitu menyengat. 


Mengenal pertanian sejak dini memang diperlukan sebagaimana mereka adalah generasi penerus nantinya dimasa depan.


Sebagaimana Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pernah mengatakan bahwa“Keahlian bertanam itu bisa menjadi sebuah aset di masa depan. Untuk itu, program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sangat penting dijadikan materi pembelajaran.”


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menjelaskan, “Seluruh kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan akan mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial, salah satunya mendukung Program Pertanian Masuk Sekolah.”   



Ini salah satu program wajib SMA Zion  Makassar untuk siswa kelas XII. Ini merupakan program pembelajaran kolaborasi mata pelajaran di luar lingkungan sekolah. 


Kali ini, Sebanyak 200 siswa siswi Kelas XII SMA Zion Makassar berkesempatan untuk mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku dan dibagi menjadi beberapa titik lokasi pembelajaran, antaranya, Lahan Jagung, Kangkung, Cabai, Pengolahan Hasil dan Laboratorium Hama & Penyakit. 


Thresitha Rini Damia, ketua pelaksana Fieldtrip ini mengatakan bahwa kegiatan Studi Lapangan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada peserta didik tentang pentingnya pertanian bagi manusia, sekaligus peran penting sektor pertanian dalam kontribusi pembangunan secara nasional, melalui pengenalan terhadap jenis tanaman/komoditas (pangan), inengerti budidaya pangan dan sekaligus dapat melihat prospek dan peluang usaha/bisnis pertanian melalui pembelajaran pengolahan hasil dari usaha pertanian.


"Meski berlangsung sehari, mereka sangat puas dari apa yang mereka lihat serta ilmu yang meraka dapat kan balai ini," Ungkap Thresitha.


(Red/}