Disdikbud Soppeng Gelar Workshop Libatkan Kepsek, Bendahara, Guru TK, SD dan SMP -->

Translate


Disdikbud Soppeng Gelar Workshop Libatkan Kepsek, Bendahara, Guru TK, SD dan SMP

CELEBESINDO
Jumat, 27 Januari 2023


Makassar, Celebesindo.com, Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan urusan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Soppeng menyelenggarakan Workshop Penyusunan Dokumen RKAS dan Penerapan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada Pengelolaan Dana BOPSP, Peningkatan Kapasitas Pendidik Melalui Pemanfaatan Media TIK dan KIT Dalam Pembelajaran, Peningkatan Kapasitas Pendidik PAUD dalam Upaya Percepatan Penurunan dan Pencegahan Anak Kerdil (stunting) yang dilangsungkan di Hotel Arya Duta Makassar dimulai tanggal 27 Januari - 5 Februari 2023.


Pada Pembukaan kegiatan Workshop turut hadir Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, SE., Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulsel Imran, S. Kom., MT; Kepala Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Sulsel Dr. Arman Agung M.Pd; Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Dr. Setiawan Aswad, M.Dev.; Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs. H. Andi Tenri Sessu, M.Si; Para Kepala SKPD Asisten dan Kepala Bagian Setda; Para Camat seKabupaten Soppeng.


Ketua Panitia Dr. Nur Alim, M.Pd (Kabid.Dikdas Disdikbud Soppeng) dalam laporannya menyampaikan bahwa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah meliputi Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Dasar sangat ditunjang oleh Kompetensi Tenaga Pendidik dan Sumber Daya Manusia, Pengelola Urusan Pendidikan dan rekomendasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Soppeng Nomor 69/BKPSDM/I/2023 tanggal 24 Januari 2023 tentang Pelaksanaan Workshop Penyusunan Dokumen RKAS dan Penerapan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada media TIK dan Dalam Pembelajaran Peningkatan Kapasitas Pendidik PAUD dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan Anak kerdil (stunting) sekolah.

 


"Maksud dan tujuan pelaksanaan workshop adalah 

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia khsususnya pendidk 

dan tenaga kependidikan di Kabupaten Soppeng, Meningkatkan kemampuan penyusunan perencanaan kegiatan berbasis data dengan mengedepankan kebutuhan sekolah,

Meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pemanfaatan TIK dan KIT 

dalam pembelajaran. Meningkatkan kompetensi 

pendidik dalam mengembangkan pembelajaran melalui media berbasis narasi visual seperti Infografis, Komik dan Video Pembelajaran. Sehingga dengan workshop ini guru diharapkan dapat menyajikan suplemen belajar dengan mudah dan siswa memperoleh pengalaman baru dalam belajar diera digital. Meningkatkan kompetensi guru/pendidik PAUD untuk mendukung program percepatan penurunan stunting

.


Peserta workshop terdiri dari Kepala Sekolah dan bendahara B0SP dari 254 SD, Kepala Sekolah dan Bendahara BOSP Dari 38 Sekolah Menengah Pertama, Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Kesetaraan se Kab. Soppeng, Para Penilik dan Pengawas SD/SMP. Narasumber/pembicara Narasumber pada wkegiatan ini adalah: 


Unsur Kementrian Pendidikan/ BBPMP Prov. Sulsel, Unsur Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Unsur Dinas Sosial Prov. Suls.el, BKPSDM Kab. Soppeng, Inspektorat Kab. Soppeng, Dinas Kesehatan Kab. Soppeng, Unsur Dinas P3AP2KB Kab. Soppeng, Unsur PPBJ Kab. Soppeng, Unsur Ikatan Dokter Indonesia Prov. Sulsel, Unsur Ikatan Dokter Anak Indonesia Prov. Sulsel, Unsur Ikatan Guru lndonesia (IGI) Prov. Sulsel

.

Waktu Pelaksanaan Workshop dilaksanakan pada Tanggal 27 Januari s/d 5 Februari di Makassar.



Sementara itu, Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya mengatakan bahwa, Salah satu tujuan pembangunan daerah Kabupaten Soppeng adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, dengan sasaran pembangunan yang akan dicapai adalah meningkatnya derajat Pendidikan. 


Dikatakan juga bahwa Pentingnya pendidikan yang berkualitas semakin disadari sebab terciptanya kualitas manusia dan kualitas masyarakat yang maju dan mandiri, yang hanya dapat diwujudkan jika pendidikan masyarakat berhasil ditingkatkan, terang Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak.


Dikatakannya, "Tidak sedikit kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas manusia, di samping sarana dan prasarana pendidikan seperti jumlah sekolah serta kuantitas dan kualitas guru, berbagai hal lain yang menunjang kegiatan pendidikan sangat diperlukan sebagai satu kesatuan yang saling menunjang dan saling mengkait, jelasnya.


Bupati Andi Kaswadi menyebut bahwa Pencapaian pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Soppeng selama beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat baik, hal ini dapat dilihat dari pencapaian indeks pendidikan Kabupaten Soppeng dimana pada tahun 2016 sebesar 57,42 poin dan meningkat pada tahun 2021 yang sebesar 62,32 poin.


"Tentunya pencapaian ini merupakan hasil dari kerja sama dan kerja keras kita semua, khususnya para tenaga kependidikan di Kabupaten Soppeng. 


"Untuk itu pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para tenaga kependidikan di Kabupaten Soppeng, semoga kerjasama ini dapat berlanjut di masa yang akan datang, ucapnya dengan penuh harap.


"Berkaitan dengan acara workshop yang akan dilaksanakan ini, sesuai dengan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa setiap sekolah pada semua jenjang pendidikan berkewajiban untuk menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). 


"Oleh karena itu, saya harapkan agar penyediaan dan pengelolaan Dana BOS dapat berjalan sesuai yang dibutuhkan, harus mampu dilakukan secara tertib, efektif, efisien, ekonomis dan transparan serta bertanggungjawab. 


"Penyusunan RKAS ini merupakan salah satu alat ukur dicairkannya dana BOS. 


"Jadi ikuti petunjuk teknisnya sehingga nantinya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, tegas Bupati Soppeng Andi Kaswadi.


"Suatu hal yang paling penting bahwa selaku pimpinan daerah kami mengingatkan untuk menyusun RKAS BOS berdasarkan kebutuhan sekolah. 


"Karena kedepannya secara berkala pelaksanaan dan penggunaan Dana BOS akan diaudit, hal ini perlu agar semua pihak dapat mengecek langsung penggunaan Dana BOS sesuai Juknis.


"Tujuan audit bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk mengingatkan jika ada yang salah. 


"Jadi jangan alergi, gugup atau takut untuk diperiksa.


"Silakan sajikan pertanggungjawaban secara lengkap, dan tidak usah takut diperiksa.


"Pengembangan dan penggunaan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan merupakan suatu keniscayaan untuk sistem pendidikan yang lebih baik.  


"Jika memperhatikan manfaat dari penggunaan TIK ini, tentunya penggunaan TIK dalam pembelajaran maupun lingkungan sekolah tidak dapat dihindari. 


"Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran menjadi tuntutan yang mendesak dewasa ini. 


"Maraknya arus informasi dan ragamnya sumber informasi menjadikan guru tidak menjadi satu-satunya sumber belajar. 


"Akan tetapi dalam satuan pendidikan sekolah guru memiliki peranan yang strategis. 


"Oleh karena itu penggunaan TIK di sekolah hendaknya dimulai dari titik pangkal yang strategis pula yaitu guru. 


"Para guru harus yakin bahwa TIK memiliki kegunaan dalam memfasilitasi proses belajar siswa, jelas Bupati Soppeng.


"Untuk itu pemerintah daerah Kabupaten Soppeng melakukan upaya strategis dimana para guru akan ditingkatkan kepercayaan dirinya serta dilibatkan dan ikut berpartisipasi dalam pengembangannya, yaitu pengembangan TIK untuk pembelajarannya demi peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa. 


"Sehingga pada workshop kali ini saya berharap agar para peserta dapat betul-betul menambah wawasan dalam penggunaan pembelajaran TIK ini.


Demikian beberapa hal yang dapat saya  sampaikan dan  akhirnya dengan penuh harapan semoga Workshop yang dilaksanakan ini dapat menjadi langkah awal kita dalam mewujudkan Soppeng yang Lebih Melayani, Maju dan Sejahtera. 


"Dengan demikian masyarakat Kabupaten Soppeng dapat merasakan manfaat secara optimal dari pembangunan yang telah direncanakan, pungkas Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak.


(Red/ARS)