Cintai Pertanian Sejak Dini, Dedi Nursyamsi : Sektor Pertanian Tidak lagi Identik dengan Kemiskinan dan Kotor -->

Translate


Cintai Pertanian Sejak Dini, Dedi Nursyamsi : Sektor Pertanian Tidak lagi Identik dengan Kemiskinan dan Kotor

Selasa, 06 September 2022



Gowa, Celebesindo.com,- satu tantangan yang dihadapi sektor pertanian Indonesia ialah regenerasi petani.

Kondisi ini karena rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Dalam memperkenalkan pertanian sejak dini, UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar mengajak 250 orang siswa siswinya berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku untuk mengenalkan langsung dunia pertanian secara nyata.

Mentan SYL pernah mengucapkan bahwa“Keahlian bertanam itu bisa menjadi sebuah aset di masa depan. Untuk itu, program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sangat penting dijadikan materi pembelajaran.”

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menjelaskan, “Seluruh kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan akan mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial, salah satunya mendukung Program Pertanian Masuk Sekolah”.

“Pertanian Masuk Sekolah sebagai upaya untuk mengenalkan pertanian kepada genarasi milenial Indonesia dan menarik minat mereka untuk terjun ke ke sektor pertanian,” ungkapnya.

Penting menjelaskan kepada generasi milenial bahwa sektor pertanian tidak lagi identik dengan kemiskinan dan kotor.

Bertani bisa menjadi profesi yang menguntungkan yang tentunya semua dengan kerja keras.

Berbagai sekolah dasar, menengah dan atas menerapkan materi pembelajaran dengan mengenalkan pertanian sedari dini.

Kunjungan siswa-siswi kelas VII ini merupakan Kegiatan pengintegrasian lingkungan mata pelajaran dengan tema "Kolaborasi Antar Mapel Tingkatkan Kreativitas dan berpikir kritis kelas VII siswa UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar".

Ati patroyati, Guru mata pelajaran IPA sekolah tersebut mengatakan dari SMP Negeri 6 berkunjung ke BBPP Batangkaluku membawa 5 kelas dahulu, kami disini memperkenalkan klasifikasi tumbuhan, mengapa kami bawa kesini karena selama ini anak-anak kami hanya menghayal mereka tidak melihat langsung dan hanya menghayal, kami sadar bahwa sains itu bukan hanya khayalan, sains adalah nyata maka dari itu kami membawa anak-anak kami kesini mereka langsung mengamati tanaman sendiri langsung.

"Harapan ke depan untuk anank-anak kami bahwa mereka memahami bahwa merek tau akar serabut, dan akar tunjang dengan mata kepala dan memegang langsung, tindak lanjut kunjungan disekolah kami memberikan tugas mereka dengan soal untuk mereka," Katanya.

Dalam kegiatan kunjungan ini, para siswa dibekali materi mengenai pertanian oleh Widyaiswara BBPP Batangkaluku, mereka di perkenalkan dan diberikan pemahaman langsung tentang tanaman yang mereka jumpai, yakni antaranya Tanaman Jagung, Semangka, Jambu Biji, Pisang, Durian, Terong, Buah Naga, Melon serta masih banyak lagi lainnya.

Semua materi tersebut disampaikan secara menarik dan interaktif, sehingga para siswa turut berperan aktif pada kegiatan ini.

Dalam sesi kuis, beberapa pertanyaan dilemparkan kepada para siswa. Mereka dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan.

"Dengan kegiatan kunjungan seperti ini dapat mendorong minat siswa-siswi, khususnya generasi muda, terhadap dunia pertanian.

"Saat ini profesi petani modern merupakan pekerjaan yang menjanjikan dan dapat ditekuni secara profesional serta tidak lagi mengandalkan otot saja,"ungkap Awaludin Widyaiswara BBPP Batangkaluku.

Kementerian Pertanian memiliki Program Family Farming dan Pertanian Masuk Sekolah (PMS). Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menjelaskan, “Seluruh kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan akan mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial, salah satunya mendukung Program Pertanian Masuk Sekolah.”

“Pertanian Masuk Sekolah sebagai upaya untuk mengenalkan pertanian kepada generasi milenial Indonesia dan menarik minat mereka untuk terjun ke ke sektor pertanian,” ungkapnya.

Penting menjelaskan kepada generasi milenial bahwa sektor pertanian tidak lagi identik dengan kemiskinan dan kotor.

Bertani bisa menjadi profesi yang menguntungkan yang tentunya semua dengan kerja keras.

Berbagai sekolah dasar, menengah dan atas menerapkan materi pembelajaran dengan mengenalkan pertanian sedari dini.

UPT Satuan Pendidikan Formal SMP Negeri 40 Makassar melakukan Outing Class di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku sebagai bagian dari kegiatan untuk memperkenalkan “Pengelolaan dan Pemanfaatan Serta Pencegahan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup”.

Sebanyak 40 siswa-siswi yang didampingi oleh guru dan orang tua mempelajari Pengelolaan Limbah Hasil Pertanian, Budidaya Jamur Tiram dan Pembibitan di Screen House BBPP Batangkaluku.

Mentan SYL pernah mengucapkan bahwa“Keahlian bertanam itu bisa menjadi sebuah aset di masa depan.

"Untuk itu, program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sangat penting dijadikan materi pembelajaran”.

Herman yang merupakan petugas Pengolahan Limbah Pertanian menjelaskan tentang manfaat pupuk organik baik untuk tanah maupun tumbuhan.

Setelah itu teori tentang pembuatan pupuk dan proses pengolahan limbah ternak menjadi BIOGAS.

Bahan yang didapatkan berasal dari daun kering disekitar balai.

Selanjutnya budidaya jamur tiram, dari pembuatan bibit jamur, pembuatan baglog (media tanaman jamur) hingga proses pemanenan.

Mereka juga dijelaskan jenis - jenis jamur kayu yang aman sebagai jamur pangan yang bisa di konsumsi dan mengandungan Nutrisi dan protein yang tinggi oleh ferial yang merupakan widyaiswara BBPP Batangkaluku.

“Diharapkan seluruh siswa mampu untuk praktek langsung agar mereka paham dan bisa mengaplikasikan ilmu yang di dapatkan di sekolah/lingkungan tempat tinggal mereka.” ungkap ibu Ernawati.

(Red/CI)