Wabup Soppeng Edukasi Warga Dengan Turun Langsung Tanam Padi -->

Translate


Wabup Soppeng Edukasi Warga Dengan Turun Langsung Tanam Padi

Jumat, 15 Juli 2022

Wabup Soppeng Ir H Lutfi Halide MP saat bersama warga masyarakat Desa Enrekeng Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng menanam Padi (Ist).

Soppeng, Celebesindo.com,- Wakil Bupati Soppeng Ir H Lutfi Halide, MP bersama warga masyarakat Desa Enrekeng Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng melaksanakan tanam padi dengan sistem Legowo, Sabtu (16/7/2022).


Ir Lutfi Halide yang diketahui adalah mantan Kadis pertanian provinsi Sulawesi Selatan dan staf ahli kementerian pertanian Indonesia sebelum menjabat wakil Bupati Soppeng masa jabatan tahun 2021- 2024, kini kehadirannya di Desa Enrekeng Kecamatan Ganra dalam mengisi waktu liburnya bersama penduduk Desa untuk melaksanakan tanam padi bersama warga dengan sistem Legowo.


"Sistem Legowo ini intinya mengatur jarak, kenapa sistem ini dipakai karena dapat meningkatkan produktivitas salah satunya adalah memberi ruang tumbuhnya anakan disamping sistem pemupukan sesuai dengan anjuran pemerintah, terang Wabup Soppeng Lutfi Halide kepada awak media.


"Keunggulan tanam sistem legowo ini kata Wabup Lutfi Halide adalah populasi tanaman bertambah 33 % dibandingkan dengan menanam dengan cara tandur jajar, jelasnya.


Menanam dengan sistem legowo, lanjut Wabup keunggulannya adalah semua tanaman merasa dipinggir, dan mendapat sinar matahari secara merata, karena matahari juga salah satu unsur  yang dibutuhkan oleh tanaman.


"Sistem legowo ini pemeliharaannya juga mudah, baik untuk tuk integrasi dengan ikan  & itik, sebagai mana sering saya sampaikan dengan istilah Ase Bale dan itik yang disingkat Asbatik (Padi, Ikan dan bebek) dalam satu lokasi yang sama-sama berproduksi yang bermuara kepada peningkatan perekonomian masyarakat, terangnya.


Selain itu, tutur Wabup Lhd, "Pada Sistem Legowo ini Kelembaban tanah dan air tetap terjaga, karena kena sinar matahari, tambahnya.



"Yang terpenting, kata Wabup yang akrab di sapa LHD ini adalah Pola Tanam dan waktu tanam karena yang mesti dipikirkan juga adalah OPT (Organisasi Pengganggu Tanaman) tandasnya.


"OPT ini juga harus diantisipasi karena serangan beberapa 0PT (Organisme pengganggu Tanaman) yang suka tanaman padi yang rapat dan atau tidak beraturan, dan kurang terkena cahaya matahari sehingga sangat disukai OPT seperti diantaranya hama Tikus, wereng coklat dan wereng hijau, jelasnya.


Lebih lanjut Master Pertanian ini mengatakan, " Masyarakat Tani sangat penting untuk mengetahui dan menerapkan semua itu, utamanya juga pemakaian pupuk berimbang dari organik, jelasnya.


"Berimbang dengan memberikan sejumlah pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah agar terjadi bila menerapkan keberimbangan maka dihasilkan produktivitas, mutu hasil, kesuburan tanah dan keuntungan ekonomis dan ekologis akan meningkat, urai Wabup Soppeng.


Tanaman bibit hasil persemaian yang siap ditanam dengan sistem Legowo (Ist).

"Artinya hara yang ada dalam tanah ini betul-betul sesuai kebutuhan dan hasilnya dapat tercapai sesuai target, makanya orang tua kita dulu lebih banyak memakai pupuk kandang atau unggas, ada istilah maddakkala (membajak) dengan memakai tenaga ternak Sapi,katanya.


"Saat ini kan sudah memakai alsintan seperti hand traktor, kulitivator dan lainnya, maka dari itu pupuk, pola tanam dan sistem yang dipakai mesti menjadi perhatian untuk menghasilkan produksi yang tinggi, tutur Lutfi Halide.


"Saya berharap para petani kita ini terus belajar dan koordinasi dengan Penyuluh, terus lakukan diskusi-diskusi kelompok dengan menganalisa apa yang sudah di lakukan begitupun dengan hasil yang sudah di capai sehingga jika ada kendala dan Produksivitas menurun dapat di evalusi kembali, pungkasnya.


(Red)