Majukan Pertanian Melalui Penyuluh dan Staf Lapangan Upaya Kementan Tingkatkan Kesejahteraan Petani -->

Translate


Majukan Pertanian Melalui Penyuluh dan Staf Lapangan Upaya Kementan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

CELEBESINDO
Senin, 18 Juli 2022


Celebesindo.com,-Progam Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) merupakan salah satu program yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam rangka menciptakan partisipasi aktif penyuluh dan staf lapang dalam melakukan pendampingan bagi petani.

Hal itu diperlukan kesamaan persepsi dan kompetensi teknis penyuluh dan staf lapang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai seperti yang dilakukan IPDMIP yang secara terintegrasi untuk memajukan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Terkait hal itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan, “jika produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat, sehingga kemampuan sumber daya manusia juga harus kita tingkatkan agar mereka bisa mengelola pertanian dengan baik,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menegaskan bahwa “Program IPDMIP menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi sehingga pada akhirnya kesejahteraan petani bisa meningkat,” ungkap Dedi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Pertanian dan Staf Lapangan Tingkat Dasar Angkatan IX dan X pada 17-18 Juli 2022.


Pelatihan ini diselenggarakan pada 17 Juli 2022 dilangsungkan di Aula Hasanuddin BBPP Batangkaluku dan dibuka oleh Koordinator Penyelanggaraan Pelatihan Sugeng Mulyono, S.TP, MP didampingi sub Koordinator Amri P, SP, dan Wisyaswara BBPP Batangkaluku Risna Ardhayanti, S.TP, M.Si.

Dalam sambutannya Sugeng menekankan bahwa fokus utama program ini adalah bagaimana IPDMIP dapat mendorong Penyuluh pertanian dan staf lapangan agar dapat mengawal petani.

"Pelatihan ini berfokus agar penyuluh pertanian dan staf lapangan memiliki literasi dan edukasi keuangan sehingga dapat mendorong petani membentuk keuangan mikro.

"Keuangan mikro kemudian menjadi cikal bakal ilmu modern jika dapat dikuasai dengan baik," tuturnya.


Sebanyak 30 orang peserta pelatihan literasi dan edukasi keuangan bagi penyuluh dan staf lapangan tingkat dasar Angkatan IX berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Pinrang 15 Orang, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Tengah 15 orang.

Dan Sebanyak 30 Peserta Pelatihan literasi dan edukasi keuangan bagi penyuluh dan staf lapangan tingkat dasar Angkatan X berasal dari provinsi Sumatera Utara, Kabupateen Minahasa Selatan 15 orang, dan dari kabupaten Bolang Mongondow 15 orang.

Tujuan dari pelaksanaan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dan staf lapangan tentang keuangaan pedesaan melalui pelatihan literasi dan edukasi keuangan serta membangun kapasitas penyuluh dan staf lapangan dalam memberikan pelatihan kepada rumah tangga petani terpilih.

Materi pelatihan disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Batangkaluku dan praktisi perbankan.

Adapun metodologi pelatihan yang digunakan metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) dan dilakukan berdasarkan Experiencing Learning Cycles (ELC) yang meliputi ceramah, Diskusi/tanya jawab, dan Praktek Lapangan.

(Timhumas bbppbk- ILhm/AL)