Problem Sektor Pertanian Semakin Kompleks, Kementan Berupaya Latih Penyuluh Jadi Pintar, Gesit dan Cerdas -->

Translate


Problem Sektor Pertanian Semakin Kompleks, Kementan Berupaya Latih Penyuluh Jadi Pintar, Gesit dan Cerdas

Selasa, 17 Mei 2022

Kepala BBPP Batangkaluku Muhammad Sidiq, S.TP, MM (Ist).

Gowa (Sulsel), Celebesindo.com,-Pada tahun 2020 seluruh negara mengalami turbulensi atau tsunami yang maha dahsyat atau kita sebut dengan covid 19. Seluruh negara terkena dampaknya termasuk Indonesia, perekonomian turun , industri-Industri tutup, begitu besar pengaruh covid-19 terhadap dunia.

Tapi dari semua itu Negara kita selamat dari krisis ekonomi, ini semua karna Pertanian.

Kalau kita berbicara tentang pertanian pasti faktor pendukungnya adalah petani, penyuluh petani, maka dari itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberi gelar kepada petani dengan sebutan pejuang pangan.

Sebagaimana yang pernah disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa pertanian Indonesia bisa menyumbang hasil kinerja yang lebih dari capaian yang sudah ada selama ini.

Pertanian menjadi pilar utama Negara dimana Negara bisa kuat jika lahir kekuatan ekonomi yang baik dan ekonomi yang baik ditandai dengan pertanian yang maju.

“Saat ini negara negara maju di dunia sudah mulai kembali bertani.

Apalagi kita memang negara agraris, negara pertanian sehingga sektor ini menjadi bagian penting,” ucapnya.

Senada dengan Kementan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi selalu mengingatkan bahwa setiap program pertanian harus diawali dengan agenda Peningkatan Intelektual dari semua insan pertanian yang mendukung didalamnya Kelompok Tani, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani (KWT), petani milenial serta penyuluh yang berada di garda terdepan pembangunan pertanian.


Pelatihan dasar dan pelatihan alih kelompok bagi penyuluh pertanian merupakan salah satu upaya menjawab tantangan kebutuhan untuk peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi kerja para penyuluh pertanian.

Dedi Nursyamsi menyampaikan agar menjadi sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini makin kompleks.

“Jadilah penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa” ujar Dedi Nursyamsi.

Maka dari itu untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern diperlukan sinergi antar UPT Kementerian Pertanian.

Sebagai salah satu UPT pelatihan Kementerian Pertanian di bawah eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku turut aktif dalam mengadakan pelatihan pertanian, salah satunya melalui Pelatihan Fungsional Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Ahli Pola Blended Learning (Kerjasama) dan Pelatihan Fungsional Alih Kelompok Bagi Penyuluh Pertanian (Kerjasama) Angkatan I Dan II.

Selasa (17/05/22), diselenggarakan pelatihan fungsional bagi pelatihan fungsional dasar bagi penyuluh pertanian ahli, diikuti oleh 29 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Sulawesi Selatan, Pelatihan Fungsional Alih Kelompok Bagi Penyuluh Pertanian Angkatan I berjumlah 21 orang yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, dan Pelatihan Fungsional Alih Kelompok Bagi Penyuluh Pertanian Angkatan II berjumlah 24 orang yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Maluku Utara.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan di Aula Hasanuddin BBPP Batangkaluku.




Turut hadir dalam acara tersebut Kordinator Penyelenggaraan Pelatihan Sugeng Mulyono, S.TP. MP, . Koordinator Program Dan Evaluasi Fitriani S.TP, M.Sc, Sub Koordinator Pelatihan Aparatur Amri P. SP.

Acara diawali dengan Sambutan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Sub Koordinator Pelatihan Aparatur Amri P. SP, kemudian Dibuka dan penyematan Tanda peserta pelatihan oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Muhammad Sidiq, S.TP, MM.
Pelatihan Fungsional Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Ahli Pola Blended Learning berlangsung selama 21 hari efektif (14 Hari Online dan 7 Hari Offline) mulai tanggal 16 Mei sampai dengan 06 Juni Tahun 2022 di wilayah kerja masing-masing peserta.

Untuk Pelatihan Fungsional Alih Kelompok Bagi Penyuluh Pertanian Angkatan I dan II berlangsung selama 14 hari efektif dari tanggal 16 Mei sampai dengan 30 Mei Tahun 2022 di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku.

Selama pelatihan peserta akan mendapat materi dan pelatihan klasikal maupun praktik.

Dimulai dari Kelompok dasar yang berisi dengan kebijakan program, Kelompok inti berkaitan dengan kompetensi kerja, Kelompok penunjang berkaitan dengan materi pendukung

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan penyuluh pertanian yang unggul, kreatif, dan berintegritas, guna membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

Kepala BBPP Batangkaluku, Muhammad Sidiq, S.TP., MM., menyampaikan apresiasi Kementerian Pertanian kepada penyuluh dan petani yang luar biasa karena mampu memberikan peningkatan devisa negara selama masa pandemi. Menurutnya kunci semua itu yakni dengan pemanfaatan inovasi dan teknologi di era 4.0.

“Ayo terus berkarya, bekerja dengan baik. Dampingi Petani dengan inovasi dan informasi sehingga kesejahteraan pertanian terwujud demi mencapai tujuan pertanian” tutupnya.

(tim humas bbpp-bk/ILm)