Dukung Pertanian Maju dan Mandiri, BBPP-BK Ciptakan Sensor Kelembapan Suhu Bagi Tanaman Jamur -->

Translate


Dukung Pertanian Maju dan Mandiri, BBPP-BK Ciptakan Sensor Kelembapan Suhu Bagi Tanaman Jamur

Senin, 21 Maret 2022



Gowa (Sulsel), Celebesindo.com,- Smart farming Pertanian merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi, dimana terdapat beberapa teknologi pertanian yang digunakan di antaranya Penyiraman Otomatis, Alat Pengukur Kelembapan Suhu, dan juga Penyiraman Otomatis yang teroptimalisasi, yang bertujuan untuk mempermudah pekerjan bagi petani dilahan.

Salah satu yang diterapkan BBPP Batangkaluku dalam mendukung smart farming 4.0 yakni penyiraman tanaman dengan otomatis, sistem menyiram tanaman pintar yang mampu mengeluarkan aliran air secara otomatis hanya dengan melalui google, diciptakan oleh BBPP Batangkaluku untuk mendukung pertanian yang Maju, Mandiri, dan Modern.

“Smart farming adalah sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen secara kuantitas dan kualitas” ungkap Andi Baso Kresna selaku Widyaswara BBPP Batangkaluku yang berperan membuat smart farming menyiram otomatis.




Kata Dia, "Smart Farming dengan menyiram tanaman secara otomatis ini bukan sekedar tentang penerapan teknologi pertanian, namun, kunci utama dari metode ini adalah mempermudah pekerjaan petani untuk menyiram tanaman dari jarak dekat maupun jarak jauh yang dapat di pantau langsung dari handphone, terang Andi Baso.

Dikatakannya, "Keberadaan penyiraman otomatis yang terpasang di lahan pertanian ini, akan membantu petani dalam mendapatkan penyiraman yang tepat waktu dan bisa dimana saja tanpa terhalang waktu serta jarak.

"Tanaman yang disiram secara berkala ini agar dapat memaksimalkan penumbuhan tanaman, tandasnya.

"Melalui pemanfaatan teknologi seperti big data, machine learning, dan Internet of Things (IoT) smart farming dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi dalam industri agrikultur.

Selain dari penyiraman otomatis BBPP Batangkaluku juga menggunakan sensor kelembapan suhu yang terpasang di Kumbung Jamur.

"Sensor yang berada di Kumbung Jamur ini akan membantu petani dalam mendapatkan kelembapan suhu yang pas untuk pertumbuhan jamur tersebut .

"Kelembapan inilah yang kita setting untuk optimalisasi pertumbuhan jamur yang dimana kita bisa tau dan juga bisa mengendalikan kelembapan suhu, contohnya pada saat suhu di bawah 80 maka pengabutnya akan keluar dan pada saat di 80 maka pengabut akan mati sendiri, " ujar Andi Baso Kresna.

"Untuk yang terakhir BBPP Batangkaluku menerapkan Alat siram otomatis yang teroptamisasi secara otomatis bilamana telah terjadi kekeringan pada tanah, maka alat otomatis ini akan aktif untuk memberikan air yang pas untuk tanah yang dialirkan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Smart Farming dan Digitalisasi pertanian sangat penting karena pertanian saat ini dan ke depannya dihadapkan tantangan besar, seperti bertambahnya jumlah penduduk, keterbatasan lahan dan perubahan iklim.

Syahrul berharap, Smart Farming yang masif dapat menarik minat generasi milenial untuk terjun pertanian.


Pasalnya, generasi milenial memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Salah satu respon adaptif terhadap perubahan dan perkembangan teknologi saat ini dan menjadi solusi dalam mengenjot produktivitas sekaligus kualitas produk pertanian sehingga menjadi komoditas eksport dan memiliki daya saing adalah Teknologi smart farming.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Dalam kondisi anomali iklim, fenomena Hama Penyakit , banjir, instrusi air laut dan hantaman covid-19, Produksi pertanian tetap tidak boleh berkurang bahkan harus meningkat.

“Solusi untuk mengamankannya tidak lain adalah smart farming, internet of things , digitalisasi pertanian.

"Smart farming inovasi yang dapat mendongkrak produktivitas pertanian kita, sehingga untuk menjawab tantangan climate chang implementasi smart farming harus dilakukan untuk meningkatkan agenda inelektual semua stakeholder “ ungkap Dedi.

Dedi menambahkan smart farming adalah pemanfaatan produk bioteknologi, antara lainnya di dalamnya ada pemupukan berimbang, penggunaan varietas yang berproduksi tinggi, mekanisasi pertanian, dan pemanfaatan IoT.

Pemantauan untuk Smart Farming di BBPP Batangkaluku ini langsung di hadiri oleh Plt Kepala Balai BBPP Batangkaluku Dr. Ir. Syaifuddin, MP, Kabag Umum Rosdiana S.Pi, M.M, Kordinator Penyelenggaraan Pelatihan Sugeng Mulyono, S.TP. MP, Sub Koordinator Kepegawaian dan Rumah Tangga serta ASN yang turut mendampingi.

Penerapan metode Smart Farming ini. Diharapkan bisa jadi solusi bagi berbagai permasalahan di sektor pertanian Indonesia. Masa depan pertanian Indonesia adalah pertanian yang cerdas berbasis teknologi.

(Timhumas BBPP-BK)