Cerita Haru Penjual Pukis Yang Akhirnya Dapat Membahagiakan Keluarga -->

Translate


Cerita Haru Penjual Pukis Yang Akhirnya Dapat Membahagiakan Keluarga

CELEBESINDO
Minggu, 15 Agustus 2021

Surianto disaat berjualan Kue Pukis (Ist).

Bone (Sulsel), Celebesindo.com,-
Gonta ganti usaha dilakoni bapak empat anak Ini, mulai jual sayur mayur keliling, jual buah musiman langsat, rambutan dan durian, bahkan pernah jual tomat hingga rugi karena kurang pasaran sehingga kembali memutar otak untuk memulai usaha campuran, namun di sini Juga tidak mampu bertahan lama, Beber Surianto, Minggu (15/8/2021).


Hingga akhirnya sejak 3 tahun terakhir jualan pukis di pasar Bajoe ditemani sang istri Nirwana 35 tahun dan satu karyawan.


Anto 38 tahun sapaan akrab Surianto menemukan usaha yang bisa membahagiakan keluarga kecilnya.


Sehari harinya Anto berjualan dari pasar ke pasar yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Desa Talungeng kecamatan Barebbo.


"Jika hari Minggu lumayan banyak pembeli yang datang untuk memesan pukis panas dengan harga yang terjangkau Rp 500/ biji, terangnya.


"Seperti biasanya di hari Minggu saya buat adonan 1 karung terigu, 8 kilo gula.


"Kalau saya tidak menjual dipasar, maka para langganan, saya arahkan ke Simpang empat Jln Andi Malla -jln ke BTN perumnas Tibojong karena disitu ada cabang kami, dan setiap hari beraktivitas jualan dissana, jelas Ayah empat anak ini.



Anto menuturkan bahwa dirinya pernah menjual di pinggir sungai jalan Sambaloge Baru dan pembeli cukup lumayan banyak, namun karena banyak yang ikutan menjual sehingga kelihatan kumuh dan mendapat teguran dari satpol PP.


Kata Dia," Sebagai orang yang paham aturan hukum, maka saya harus segera tinggalkan tempat itu dan melanglang buana dari satu pasar tradisional ke pasar tradisional lainnya, meski berat tapi kami tetap semangat dan tidak menghentikan langkah saya untuk tetap berusaha agar dapat membahagiakan keluarga, tukas Anto.


"Hingga suatu ketika saya dapat saran dari Ketua DPD APKLI kabupaten Bone untuk menjual dipasar Bajoe, yang akhirnya melalui beliau, saya difasilitasi dengan pengelola pasar dan Bisa menjual sampai hari ini, tandasnya.


"Terima kasih kepada Pak Ketua APKLI Bone Bapak Iwan Hammer dan juga kepada pemerintah daerah karena sudah memberdayakan kami para pedagang kaki lima, ujarnya penuh haru.


Sementara, itu Hasnah 45 tahun, salah satu warga penggemar Pukis Coklat buatan Anto menuturkan, "Selain harganya terjangkau dan dinilai murah, juga pukis ini enak dimakan, keluarga kami sangat suka, katanya sambil menunggu pesanannya. (M Ishak H)