Bertemu Duta Besar Jepang, Menteri Suharso Optimis Indonesia Jadi High Income Country Pada 2036 -->

Translate


Bertemu Duta Besar Jepang, Menteri Suharso Optimis Indonesia Jadi High Income Country Pada 2036

Sabtu, 06 Maret 2021




Jakarta, Celebesindo.com, -Menteri Perencanan Pembangunan Nasional melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Jepang pada Jumat, 5 Maret 2021 secara virtual. Menteri terlihat didampingi oleh Deputi Bidang Pendanaan, Deputi Bidang Sarana Prasarana, dan Deputi Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan. Acara ini juga sekaligus merupakan perkenalan Duta Besar Jepang yang baru yaitu Bapak Kanasugi Kenji.

Saat membuka pemaparannya, Menteri menyampaikan simpati atas bencana gempa bumi di Fukushima yang terjadi pada pertengahan Februari lalu.

“Atas Bappenas saya menyampaikan belasungkawa dan simpati atas bencana gempa bumi di Fukushima beberapa minggu lalu, kami berharap masyarakat dan wilayah Fukushima dapat segera pulih,” ujar Menteri.

Menteri optimis bahwa pemerintah dan masyarakat Jepang mempunyai kapasitas  untuk dapat segera _recover_, dan hal tersebut menjadi rujukan bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. 




Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut Menteri menyampaikan bahwa Bappenas telah menyusun Strategi Transformasi Ekonomi Indonesia sebagai salah satu respon atas dampak Covid-19. 

“Strategi ini antara lain untuk memastikan Indonesia dapat graduate dari _middle income country_ ke kelompok _high income country_ pada tahun 2036,” tuturnya. 

Grand Strategy ini memuat (i) _competitive human resources_, (ii) _productivity of economic sector_ (industrialization, small and medium enterprises productivity), (iii) _green economy_, (iv) _digital transformation_, (v) _domestic-economic integration_, (vi) _relocation of national capital_. 

Menteri berujar bahwa untuk mengawali strategi tersebut, dalam 2 tahun ini Pemerintah Indonesia akan menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional. 

“Kami harapkan kerja sama pembangunan dengan Pemerintah Jepang dalam investasi dan kerja sama teknik dapat mendukung strategi transformasi ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional,” tutup Menteri.