5 Merek Vitamin yang Dapat Mengoptimalkan Program Hamil -->

Translate


5 Merek Vitamin yang Dapat Mengoptimalkan Program Hamil

Senin, 22 Februari 2021

Pernah mencoba beberapa merek vitamin berikut?

23 Februari 2021



Keinginan memiliki anak tentunya sudah menjadi tujuan dan harapan terbesar bagi pasangan yang sudah melangsungkan pernikahan.

Bahkan tidak jarang setelah menikah mereka sudah mulai merencakan program hamil. Ada banyak cara atau usaha yang bisa dilakukan oleh pasangan suami istri, salah satunya adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat, rutin berolahraga, dan berkonsultasi dengan dokter.

Bahkan, beberapa diantaranya juga banyak yang mengonsumsi suplemen atau vitamin penyubur kandungan.

Kira-kira merek vitamin atau suplemen apa yang paling banyak digunakan oleh pasangan suami istri di luar sana? 

Adakah aturan khusus untuk mengonsumsinya?

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut  rangkuman beberapa informasinya.

1. Folavit

Folavit adalah vitamin yang berisi asam folat. Mengonsumsi asam folat sangat disarankan untuk perempuan yang sedang merencanakan kehamilan.

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan penutupan tuba neural pada bayi yang dapat menyebabkan penyakit seperti spina bifida, anensefali (tidak ada kepala), ataupun ensefalokel (terdapat penonjolan di kepala yang berisi otak dan selaput otak).

Penggunaan asam folat dan vitamin E diperbolehkan selama sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan tidak berlebihan.

Namun jika kedepan sudah berhasil hamil, konsultasikan penggunaan semua suplemen dan vitamin tersebut pada dokter kandungan terlebih dahulu.

Perlu diingat juga bahwa faktor yang memengaruhi kesuburan bukan hanya dari konsumsi vitamin saja. Untuk mendapatkan anak, diperlukan sel telur yang sehat dan sperma yang sehat.

2. Santa-E

Santa-E 400 adalah suplemen yang mengandung vitamin E 400 mg.

Pemberian suplemen vitamin E memang banyak diyakini dapat mendukung pasangan yang sedang dalam program kehamilan, dengan memberikan efek antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh termasuk sel telur dan sperma dari kerusakan akibat radikal bebas, serta mendukung pembentukan sperma yang berkualitas. 

Santa-E merupakan suplemen kesuburan yang dikonsumsi selama program kehamilan berjalan. Obat ini tidak dikonsumsi saat hamil, karena fungsinya hanyalah untuk meningkatkan kesuburan dan mempercepat kehamilan.

Untuk dosisnya sendiri, konsumsilah Santa-E 400 sebanyak 1 kaplet/hari. Tablet Santa-E dapat dikunyah, ditelan, atau dihisap hingga terlarut dalam mulut.

3. Blesifen

Blesifen adalah obat yang mengandung clomiphene sitrat. Clomid yang terkandung dalam obat ini disebut juga sebagai obat penyubur.

Obat ini membantu perempuan yang sedang menjalani program hamil, dan berusaha untuk hamil. Obat ini bekerja dengan cara mengindukasi ovulasi, proses ovulasi sendiri terjadi ketika ovarium melepas sel telur yang matang dan siap untuk dibuahi.

Cara kerja obat ini adalah dengan menstimulus produksi dari hormon yang berperan dalam mematangkan sel telur.

Blesifen merangsang gland pituitari di otak, untuk mengeluarkan hormon lituinizing, horman stimulasi folikel, dan hormon gonadotropin, sehingga tubuh menganggap level seterogen dalam tubuh rendah, dan mematangkan lebih banyak sel telur. 

Penggunaan obat ini adalah dengan cara di minum, pada hari ke 5 siklus menstruasi, dengan dosis awal 1 tablet setiap hari selama 5 hari.

Kemudian bila belum berhasil, dapat ditingkatkan menjadi 2x1 selama 5 hari. Pemakaiannya pun sebaiknya maksimal selama 6 siklus, dan bila sudah lebih dari itu biasanya tidak bermanfaat.

Setiap obat memiliki efek samping, pada sistem reproduksi yang mungkin terjadi adalah pembesaran dari ovarium yang ditandai dengan nyeri panggul, mual, muntah, atau nyeri perut.

Dapat juga terjadi perdarahan dari jalan lahir di luar siklus menstruasi, dan mungkin reaksi alergi yang serius seperti kulit melepuh kemerahan, dan syok anafilaksis. 

4. Ever E E

E ver E adalah suplemen yang berisi vitamin E.

Selain berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit, vitamin yang satu ini juga merupakan salah satu antioksidan kuat yang salah satu fungsinya adalah untuk meningkatkan kesuburan baik pada laki-laki maupun perempuan.

Kedua obat ini dapat diminum kapan saja, boleh dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Suplemen yang satu ini jika dikonsumsi dalam kadar yang berlebih dapat memberikan efek samping seperti mual, muntah, sembelit atau konstipasi, diare, nyeri kepala dan lainnya.

Tak hanya untuk promil, pada kehamilan, vitamin E juga dapat mencegah terjadi keguguran dan menurunkan resiko darah tinggi selama kehamilan.

5. ProfertilP

Profertil kandungannya adalah chlomiphene citrate. Fungsinya untuk merangsang hipothalamus menghasilkan hormon untuk merangsang terjadinya pelepasan sel telur (ovulasi) oleh ovarium.

Hal ini dimaksudkan untuk menambah jumlah sel telur yang dapat dibuahi. Aturan pakai chlomiphene citrate adalah diminum selama 5 hari dan mulai diminum pada menstruasi hari ke 2-4.

Chlomiphene citrate pemakaiannya dimulai dari dosis terkecil 50mg dan dapat diulang setiap 30 hari. Adapun prosedur yang harus dilakukan saat mengkonsumsi obat ini:

Pemantauan ovulasi menggunakan USG transvaginal pada hari ke 4-6 setelah meminum obat ini serta pemeriksaan estradiol serum

Pemeriksaan 1-3 hari sebelum ovulasi untuk melihat adanya sperma yang bergerak aktif
Tes pemantauan hormon LH 3-4 hari setelah minum pil terakhir

Efek samping obat ini antara lain:

Penurunan ketajaman penglihatan


Perdarahan abnormal di luar siklus menstruasi


Peningkatan kadar trigliserida


Kehamilan kembar


Kanker ovarium


Pemakaian profertil maksimal hanya sampai 6 siklus (1 siklus 5 hari dan dapat diulang dalam 30 hari). Obat ini juga harus dihentikan pemakaiannya jika sudah terjadi kehamilan.

Nah, itulah beberapa merek vitamin atau suplemen yang dipercaya dapat menyuburkan kandungan serta mengoptimalkan program kehamilan.

Selain mengonsumsi vitamin ataupun suplemen tambahan, kamu dan pasangan juga harus menjaga gaya hidup dan pola makan yang baik.

Beristirahat lah yang cukup, hindari kebiasaan minum alkohol dan merokok, kurangi kafein, berolahraga lah secara teratur, serta hindari aktivitas yang berlebihan seperti olahraga berat ataupun bergadang.

Disadur dari berbagai sumber