Winardi: Hati-Hati Dalam Mendistribusikan Konten di Medsos, Hoax Terkait Pilkada, Ancaman Hukuman Menanti -->

Translate


Winardi: Hati-Hati Dalam Mendistribusikan Konten di Medsos, Hoax Terkait Pilkada, Ancaman Hukuman Menanti

Sabtu, 07 November 2020



Soppeng (Sulsel), Celebesindo.com, - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Soppeng Winardi mengatakan bahwa pihaknya akan mengawasi konten-konten kampanye yang negatif, hoax ataupun berisi SARA dalam Pilkada 2020, hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Soppeng Winardi saat gelar rapat koordinasi bersama pokja kampanye yang dilangsungkan di Aula Bawaslu Jalan Nene Urang Watansoppeng. Sabtu, (07/11/2020).


Ketua Bawaslu Kab. Soppeng Mengimbau masyarakat agar dalam pelaksanaan Pilkada Soppeng tahun 2020 ini, untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang berkaitan dengan Pilkada yang belum terbukti kevalidannya alias Hoax begitupun dengan konten ujaran kebencian, tandasnya.


Ditegaskan Winardi hati hati menyebar konten hoax karena bisa saja dianggap mencederai Pelaksanaan Pilkada dan acuan sanksinya sudah jelas hukuman pidana dan denda yang mengancam bagi mereka yang terbukti menyebarkan jenis informasi tersebut, jelasnya.


Dalam Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat (1) bahwa Penyebar informasi Hoax bisa terancam dengan Pidana maksimal Enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar, Juga ada larangan di UU Pilkada yang dituangkan dalam Surat Edaran Bawaslu RI No.0589 tentang Pengawasan konten internet pada Pemilihan kepala daerah tahun 2020, Jadi bagi yang suka mengirimkan kabar atau berita bohong (Hoax), Ujaran kebencian dan lainnya atau bahkan cuma sekedar iseng mendistribusikan (Forward), harapki berhati hati ancamannya tidak main main seperti yang saya sampaikan tadi, Terang Winardi.


Dalam mencegah potensi pelanggaran Pemilihan dan demi suksesnya pelaksanaan Pilkada Soppeng Kami Bawaslu Kab. Soppeng sekali lagi mengimbau dan meminta kepada Masyarakat agar bersikap teliti saat mendapat pesan berantai yang sekiranya itu adalah Hoax dan atau mengandung Ujaran kebencian, teliti dulu dan jangan lansung menforward kepada yang lainnya, pungkas Winardi.(Red).