Kapolsek Pondok Aren, Resmikan Lokasi TPS-3R, Jadi Kampung Jawara -->

Translate


Kapolsek Pondok Aren, Resmikan Lokasi TPS-3R, Jadi Kampung Jawara

CELEBESINDO
Senin, 28 September 2020



Tangerang Selatan (Banten), Celebesindo.com, - Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa SH,Sik, Mhk kembali resmikan 'Kampung Jawara' yang berada dilingkungan RW 09 Kelurahan Pondok Aren Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Kali ini berbeda, Kampung Jaga Amanah Warga, Religius, Aman dan Sejahtera singkat Jawara dipusatkan di lokasi Tempat Pengolahan Sampah yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle dikenal TPS-3R.

Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa menilai, terpilihnya lokasi TPS-3R yang dikelola masyarakat, tidak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah serta penyerapan tenaga kerja. 

"Di masa pandemi Covid-19, program ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi Covid-19, "kata Riza. 


Dijelaskan Bhabinkamtibmas kelurahan Pondok Aren Aiptu Syarifudin bahwa, program Kampung Jawara merupakan inplementasi program Kapolres Tangsel di masa pandemi Covid -19 di wilayah Polsek Pondok Aren dilanjutkan oleh setiap Bhabinkamtibmas yang bertugas di 11 Kelurahan.

"Kami pilih Posko Kampung Jawara Kelurahan Pondok Aren yang berada di lahan fasilitas umum (Fasum) satu area dengan Balai Warga yang dimanfaatkan untuk musyawarah dan Pos Siskamling, "kata Syarifudin. 

Sedangkan TPS-3R menurut dia, sangat tepat untuk dijadikan Posko Ketahanan pangan, karena sampah yang dikelola secara ekonomi juga dijadikan kompos untuk tanaman. 

"Adanya TPS-3R, masyarakat diajak untuk mengubah perilakunya agar membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan 3R terhadap sampah yang mereka hasilkan, ”ujarnya.

Ketua RW 09 Martin didampingi sekretarisnya Kartiyo mengatakan, sebelumnya sampah menumpuk dan mengganggu lingkungan menimbulkan kondisi yang kurang sehat bagi warga dan menuai masalah. 

“Dahulu sampah menjadi kendala, sekarang sudah berkurang, dari 6 RT sampah rumah tangga yang ada dilingkungan RW 09. Sekitar 2 ton dalam satu hari, jika ada sampah yang bisa di daur ulang, dijual ke pengepul. Sampah sisa makanan dan lainnya diolah menjadi kompos untuk pupuk, "kata Martin. 

Proses ini kata Karyoto, sudah berjalan sudah 7 tahun. "Dengan melibatkan warga sekitar untuk menjadi  petugasnya.  Imbasnya menjadi positif, selain memberikan lapangan kerja lingkungan menjadi sehat dan bersih, "pungkasnya. (Syarif).